⌂ Beranda News Tim Peneliti Temukan Pedang Langit, Pohon Tertinggi di Asia Timur

Tim Peneliti Temukan Pedang Langit, Pohon Tertinggi di Asia Timur

Tim Peneliti Temukan Pedang Langit, Pohon Tertinggi di Asia Timur
Pohon Taiwania cryptomerioides setinggi 84,1 meter di Taiwan
A A Ukuran Teks16px

Meskipun memiliki pemanjat pohon tinggi, mereka tetap membutuhkan sudut pandang dari area atas.

Kelompok peneliti kemudian bermitra dengan pakar penginderaan jauh dari Universitas Nasional Cheng Kung Taiwan.

>>> Mahasiswa UB Asal Madagaskar Juara Tiga Kompetisi Bahasa Indonesia

Mereka memanfaatkan teknologi lidar yang mampu menghasilkan peta 3D dengan tingkat detail yang sangat tinggi.

Fokus pencarian diarahkan pada target utama pohon tertinggi ini saat Taiwan merayakan Tahun Baru Imlek pada awal 2023.

Proses menuju lokasi Pedang Langit mengharuskan tim berenang dan memanjat bebatuan sejauh 20 kilometer melawan arus sungai.

Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendakian bukit terjal yang melelahkan selama dua hari.

Tim juga menginvestigasi kondisi pohon menggunakan drone sebelum proses pemanjatan dilakukan.

"Kami menggunakan drone untuk menginvestigasi pohon sebelum memanjatnya. Namun, cara paling akurat mengukur tingginya tetap menggunakan pita ukur yang dijatuhkan dari atas," tulis Hsu.

Dr. Rebecca Chia-Chun Hsu merasa lega luar biasa ketika pita pengukur menunjukkan angka 84,1 meter.

Seluruh tenaga yang terkuras selama perjalanan menembus pedalaman tersebut dinilai terbayar lunas.

Pakar kehutanan sekaligus spesialis lidar, Michael Taylor, memberikan pujian atas dedikasi tim yang bersedia melakukan pengukuran secara manual.

Menurutnya, banyak pihak saat ini terlalu mengandalkan perangkat lunak otomatis yang sering meleset karena tidak memperhitungkan kemiringan lereng.

Tim peneliti ini telah berhasil merintis jalur baru di tengah bentang alam yang indah namun terisolasi.

Jalur tersebut kemungkinan tidak akan pernah terjamah jika bukan karena misi pencarian pohon raksasa ini.

"Pohon-pohon raksasa umurnya sangat panjang dan mereka menjadi saksi hidup sekaligus penyintas dari berbagai perubahan iklim jangka panjang di planet ini.

Kita akan merasa jauh lebih rendah hati ketika kita mengetahui lebih banyak tentang kehidupan rahasia mereka," ujarnya.

Keberadaan pohon raksasa memiliki peran ekologis yang sangat vital di dalam hutan karena mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah masif dan menjaga stabilitas ekosistem.

>>> Investor Global Kurangi Investasi Akibat Ketidakpastian Kebijakan Domestik Indonesia

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa pepohonan raksasa ini menjadi yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, serta sangat sensitif terhadap bencana kekeringan dan cuaca ekstrem.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru