⌂ Beranda News MotoGP Ubah Jarak Grid Start demi Keselamatan Pebalap

MotoGP Ubah Jarak Grid Start demi Keselamatan Pebalap

MotoGP Ubah Jarak Grid Start demi Keselamatan Pebalap
Grid start MotoGP dengan jarak antar-baris yang diperlebar
A A Ukuran Teks16px

Format start balapan MotoGP akan mengalami perubahan signifikan. Para tim telah sepakat menambah jarak antar-baris pada grid start.

Kebijakan ini mulai diterapkan pada GP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Langkah ini diambil sebagai respons atas kecelakaan beruntun di Tikungan 1 Sirkuit Barcelona-Catalunya.

>>> BPI Danantara Bantah DSI Jadi Perantara Ekspor Sumber Daya Alam

Insiden tersebut terjadi saat restart pertama GP Catalunya pada pertengahan Mei lalu. Pebalap LCR Honda, Johann Zarco, mengalami cedera serius dan belum pulih hingga kini.

Pihak promotor MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG) langsung bergerak cepat. Mereka menggelar pertemuan intensif dengan Asosiasi Produsen Olahraga Sepeda Motor (MSMA) dan perwakilan tim.

Fokus utama adalah mengurangi kepadatan motor saat memasuki tikungan pertama setelah start. Area itu selama ini menjadi titik paling rawan kecelakaan.

Setelah diskusi panjang, semua pihak mencapai kesepakatan final pada sesi pertemuan Sabtu sore. Hasilnya adalah cetak biru keselamatan yang terbagi dalam dua fase.

Dua Fase Perubahan

Fase pertama dimulai pada seri Sachsenring, Jerman, 12 Juli mendatang. Jarak antar-baris di grid start akan diperlebar sejauh 3 meter.

Regulasi ini diharapkan memberi ruang gerak lebih aman bagi para pebalap. Fase kedua melarang total penggunaan holeshot device saat start.

Aturan itu akan digulirkan mulai GP Inggris di Sirkuit Silverstone pada pertengahan Agustus. Seri tersebut merupakan pembuka paruh kedua musim setelah jeda musim panas.

>>> Kabel PLN Meledak di Cilandak Lukai Dua Pekerja Galian

Sebagai langkah awal, tim sepakat melakukan uji coba prosedur baru di Sirkuit Brno, Republik Ceko, dua pekan ke depan.

Jika simulasi berjalan mulus, proposal akan diserahkan ke Komisi Grand Prix untuk disahkan.

Direktur olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta mengakui pihaknya sedang mengevaluasi sejumlah langkah. “Mengubah grid adalah modifikasi yang sangat signifikan untuk kejuaraan,” kata Ezpeleta dikutip dari Motorsport.

com.

Pelarangan holeshot device sebenarnya sudah masuk draf regulasi teknis baru MotoGP untuk musim 2027. Namun, insiden Zarco memaksa percepatan implementasi di musim ini.

Pada sisa musim 2026, pebalap masih diizinkan mengaktifkan perangkat pengatur ketinggian suspensi belakang saat balapan berjalan. Larangan hanya berlaku saat momen start.

Awalnya sempat ada wacana larangan hanya di trek high-speed seperti Silverstone dan Phillip Island. Namun demi keadilan dan keselamatan, regulasi ini berlaku di seluruh sirkuit.

>>> Hyrox: Fenomena Kebugaran Global yang Mengubah Hidup

“Usulan untuk melarang ride-height device berlaku untuk setiap sirkuit. Sekarang terserah para produsen untuk mengevaluasinya,” ujar Ezpeleta.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru