⌂ Beranda News 35,36% Pekerja Muda Indonesia Alami Mismatch Pendidikan

35,36% Pekerja Muda Indonesia Alami Mismatch Pendidikan

35,36% Pekerja Muda Indonesia Alami Mismatch Pendidikan
Ilustrasi pekerja muda Indonesia menghadapi mismatch pendidikan
A A Ukuran Teks16px

Indonesia tengah menghadapi bonus demografi, namun pasar tenaga kerja justru menunjukkan paradoks.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pemuda mencapai 12,24% pada Februari 2024, jauh di atas TPT nasional 4,91%.

>>> Pemerintah dan DPR Sepakati Transisi Batas Belanja Pegawai APBD

Fenomena Mismatch Pendidikan

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hanya 64,64% pekerja muda yang bekerja sesuai tingkat pendidikan. Sisanya, 35,36%, mengalami vertical mismatch.

Dari total mismatch, 22,36% termasuk overeducated, sementara 13% undereducated. Pekerja overeducatd menerima upah 7,57% lebih rendah, fenomena yang disebut wage penalty.

Lonjakan lulusan sarjana memperparah kondisi.

LPEM FEB UI mencatat porsi lulusan S1-S3 pada generasi 2010–2025 mencapai 20,62%, naik dua kali lipat dibanding generasi sebelum 1990.

Teori Persaingan Kerja menjelaskan sarjana terpaksa mengisi posisi lebih rendah, mendorong inflasi kredensial.

Rata-rata waktu mencari kerja bagi pemuda mencapai 19,8 bulan. Lulusan tinggi justru lebih lama menunggu karena ketidakcocokan jurusan dan ekspektasi gaji.

>>> Jadwal Lengkap Wakil Indonesia di Hari Pertama Australian Open 2026

Pemuda overeducated 7,37% lebih cepat kembali bekerja melalui sektor informal, namun sektor ini identik dengan upah rendah.

Kelompok undereducated 10,26% lebih lambat memperoleh pekerjaan.

Faktor gender dan geografis juga berpengaruh. Pemuda perempuan 9,47% lebih lambat mendapat kerja dibanding laki-laki.

Pencari kerja di luar Jawa membutuhkan waktu transisi 23,38 bulan, lebih lama dari Jawa yang 17,40 bulan.

Sertifikasi keahlian menjadi kunci baru.

Kepemilikan sertifikasi menekan risiko mismatch, dan pelatihan seperti Kartu Prakerja mampu mereduksi potensi ketidaksesuaian hingga di atas 5%.

>>> DPR Minta Kemendagri Awasi Rekrutmen Honorer Bawaan Pejabat Daerah

Keterampilan teknologi digital menurunkan risiko mismatch hampir 7%.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru