Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menggelar dialog kebudayaan bersama para budayawan Banyumas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Minggu (7/6).
Kegiatan ini bertujuan mendengarkan dan mengembangkan gagasan pemajuan potensi kantong budaya daerah tersebut.
>>> Veda Ega Pratama Gagal Raih Poin di Moto3 Hungaria 2026
Kekayaan warisan budaya serta sejarah kawasan Banyumas dinilai menjadi modal penting dalam penguatan identitas bangsa.
Wilayah ini melahirkan berbagai tokoh nasional, pahlawan, dan seniman besar yang potensial dikembangkan melalui strategi hilirisasi kebudayaan.
Potensi Budaya Banyumas
Fadli Zon menyebutkan banyak ekspresi budaya dari Banyumas, seperti calung banyumasan, ebeg banyumasan, lengger, hingga ronggeng.
Ia mencontohkan novel Ahmad Tohari berjudul Ronggeng Dukuh Paruk yang sudah diangkat menjadi serial film Sang Penari.
Menurut Fadli, hal ini membuktikan Banyumas adalah daerah potensial menjadi cultural enclave atau kantong budaya.
Pemerintah mendorong optimalisasi museum yang sudah ada serta pengenalan tokoh-tokoh penting dari daerah tersebut.
>>> 35,36% Pekerja Muda Indonesia Alami Mismatch Pendidikan
Beberapa tokoh yang disebut antara lain Jenderal Soedirman yang sudah memiliki museum, R. A.
A. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro yang menjadi anggota BPUPKI, dan R.
M. Margono Djojohadikusumo yang menjadi penasihat Konferensi Meja Bundar.
Langkah pemajuan tradisi lokal ini ditargetkan mampu memperkuat soft power Indonesia sekaligus menjadi penggerak ekonomi daerah melalui industri kreatif.
Pegiat sinema Hikmat Darmawan dari Dewan Madani International Film Festival menanggapi positif potensi medium audiovisual dalam mengenalkan tradisi Banyumas.
Ia menekankan transformasi budaya bukan hanya soal ekspresi, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan ekonomi berbasis budaya.
>>> Pemerintah dan DPR Sepakati Transisi Batas Belanja Pegawai APBD
Sektor perfilman dan festival seni di kota-kota besar diharapkan dapat berlangsung lebih lama untuk menciptakan dampak ekonomi pengganda yang signifikan.