⌂ Beranda News Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus

Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus

Prabowo Batalkan Dewan Kesejahteraan Buruh, Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus
Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
A A Ukuran Teks16px

Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh. Sebagai gantinya, ia menunjuk langsung tokoh buruh menjadi penasihat khusus di Istana Kepresidenan.

Keputusan ini diumumkan pada Senin (8/6/2026) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah melakukan kajian mendalam terkait efektivitas pencapaian kesejahteraan pekerja.

>>> Nindya Karya Bangun Sekolah Rakyat di Lahan Berkontur dengan Metode Terasering

Rencana pembentukan dewan tersebut sebelumnya merupakan janji Presiden Prabowo dalam pidato May Day 2025. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan perubahan kebijakan ini.

"Setelah kita coba pelajari, ada sesuatu hal yang kemudian kita merasa berkenaan dengan segala sesuatu yang ingin dicapai dengan adanya dewan buruh tersebut bisa kita cari skema yang lain," ujar Prasetyo.

Pemerintah kemudian memutuskan untuk menetapkan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Said Iqbal adalah Presiden KSPI sekaligus Ketua Umum Partai Buruh.

Ia telah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin sore.

"Oleh karenanya Bapak Presiden kemudian memutuskan untuk mengangkat salah satu tokoh buruh menjadi penasihat beliau di bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh," beber Prasetyo.

>>> DPR dan Pemerintah Matangkan Rencana Buyback Saham BUMN

Pemerintah berharap penunjukan ini dapat memotong jalur birokrasi. Tujuannya menciptakan komunikasi yang lebih erat antara regulator dan kelompok buruh.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara lebih intensif. Hal ini penting di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Secara esensi yang diharapkan adalah sama ya, terjadi komunikasi yang jauh lebih cair, jauh lebih intens, tidak apa namanya...

birokratis," papar Prasetyo.

>>> Pemerintah Batalkan Skema Gross Split untuk Sektor Mineral dan Batubara

"Di dalam hal sekali lagi kita bersama-sama memperjuangkan apa yang selama ini diharapkan oleh kawan-kawan buruh, apalagi dalam situasi kondisi ekonomi yang sekarang ini."

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru