⌂ Beranda News DPR Panggil Himbara dan Perbanas Antisipasi Tekanan Saham Perbankan

DPR Panggil Himbara dan Perbanas Antisipasi Tekanan Saham Perbankan

DPR Panggil Himbara dan Perbanas Antisipasi Tekanan Saham Perbankan
Lemigas ditugaskan mengimpor minyak mentah dari Rusia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
A A Ukuran Teks16px

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengumpulkan perwakilan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) pada Selasa (9/6/2026) di Jakarta.

Langkah ini diambil untuk mengevaluasi kondisi perbankan nasional di tengah tekanan pasar saham.

>>> McAfee Deteksi Malware WeedHack Berkedok Mod Minecraft, Infeksi Ratusan Ribu Perangkat

Saham-saham perbankan besar mengalami pelemahan cukup dalam pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026).

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) anjlok 6,23 persen ke level 3.010.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) merosot 5,47 persen ke posisi 2.590.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 4,43 persen ke level 4.850.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 3,39 persen menjadi 3.710.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memimpin langsung pertemuan tersebut.

"Pada hari ini DPR RI melakukan koordinasi dan berkoordinasi serta evaluasi terhadap situasi pada saat ini berkaitan dengan situasi perbankan di tanah air," ujar Sufmi Dasco Ahmad.

Parlemen bersama perwakilan pemerintah dan lembaga dana pensiun juga mencermati pergerakan pasar modal.

"Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Doni Oskaria dari Danantara BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ucap Sufmi Dasco Ahmad.

>>> Ekspor China Tumbuh 19,4 Persen Didorong Investasi AI dan Energi Hijau

Fundamental Perbankan Dinilai Kuat

Ketua Himbara Putrama Wahju Setyawan memberikan laporan tandingan mengenai kondisi riil keuangan bank-bank pelat merah.

"Secara fundamental kinerja di Himbara ini sangat bagus dan saat ini adalah kinerja terbaiknya Himbara," ungkap Putrama Wahju Setyawan.

Klaim tersebut didasarkan pada pertumbuhan kredit rata-rata bank Himbara di kisaran 20 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sekitar 20-30 persen, rasio LDR pada level 88-90 persen, serta NPL di bawah 2 persen.

"Jadi dapat kami sampaikan bahwa saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di Bursa," tegas Putrama Wahju Setyawan.

Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara turut memberikan pernyataan penguatan.

"Fundamental ekonomi kita dari sisi perbankan juga sangat kuat.

Oleh karena itulah kami berterima kasih kepada seluruh jajaran di Himbara, Taspen, BPJS, dan INA sebagai pelaku-pelaku pasar yang terus berkoordinasi dan terus saling berdiskusi.

>>> Bos Aprilia Kritik Jorge Martin Usai Kecelakaan MotoGP Hungaria

Kita bekerja keras untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru