⌂ Beranda News DPR dan Pemerintah Bahas Buyback Saham BUMN di Tengah Volatilitas Pasar

DPR dan Pemerintah Bahas Buyback Saham BUMN di Tengah Volatilitas Pasar

DPR dan Pemerintah Bahas Buyback Saham BUMN di Tengah Volatilitas Pasar
Pertemuan DPR dan pemerintah bahas buyback saham BUMN
A A Ukuran Teks16px

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintah dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Gedung DPR RI Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tertutup itu membahas volatilitas pasar modal serta aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham BUMN.

>>> Telkom Rombak Dewan Komisaris untuk Perkuat Transformasi Digital

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dasco menjelaskan bahwa pergerakan saham bank pelat merah yang sempat terperosok murni dipengaruhi gejolak pasar global, sementara kinerja fundamentalnya tetap baik.

"Sebenarnya bagus-bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar yang dipengaruhi global kemudian berdampak," ujar Dasco.

Sebelum pertemuan di parlemen, sejumlah emiten BUMN telah mengumumkan rencana aksi buyback melalui keterbukaan informasi.

Tiga perusahaan tersebut meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Rencana Buyback Tiga Emiten BUMN

Bank Mandiri telah mengumumkan rencana pembelian kembali saham sejak pertengahan Maret 2026 dengan alokasi dana maksimal Rp 1,17 triliun.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung dari 30 April 2026 hingga 29 April 2027.

"Program Buyback ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan," tulis Manajemen Bank Mandiri.

>>> KPK Teliti Fakta Persidangan Kasus Bea Cukai Terkait Raffi Ahmad

Langkah ini diambil untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.

BNI juga mengambil langkah serupa berdasarkan keputusan RUPST Tahun Buku 2025 pada Senin, 9 Maret 2026.

Emiten berkode BBNI ini mengalokasikan dana buyback maksimal Rp 905,48 miliar termasuk biaya transaksi.

"Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan," kata Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga memutuskan melakukan buyback saham dengan nilai mencapai Rp 4 triliun.

Keputusan ini disepakati dalam RUPST pada Senin (8/6/2026) untuk periode pelaksanaan 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

"Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur," ungkap Dian Siswarini, Direktur Utama Telkom Indonesia.

>>> Timnas Indonesia Turun ke Peringkat 119 FIFA Jelang Hadapi Mozambik

Ia menambahkan bahwa setiap langkah diambil untuk membangun ekosistem digital nasional yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru