Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan lonjakan penjualan mobil sebesar 14 persen pada Mei 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Distribusi wholesales dari pabrik ke diler mencapai 69.219 unit, naik dari 60.697 unit pada Mei 2025.
>>> Indonesia dan Singapura Perluas Kerja Sama Ekonomi Kawasan BBK
Sektor penjualan ritel atau penyaluran langsung dari diler ke konsumen juga menunjukkan tren positif.
Volume transaksi ritel naik 16,8 persen secara tahunan, dari 61.546 unit menjadi 71.890 unit.
Secara kumulatif, industri kendaraan roda empat nasional mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Akumulasi pengiriman wholesales tumbuh 12,8 persen menjadi 359.015 unit, sementara sisi ritel menguat 8,8 persen menjadi 359.490 unit.
Meskipun kinerja tahunan impresif, grafik penjualan kendaraan bermotor sepanjang Mei 2026 mengalami penurunan jika ditinjau secara bulanan.
>>> Rupiah Menguat ke Rp18.058 Setelah Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga
Aktivitas perdagangan otomotif menyusut 14,3 persen atau berkurang sekitar 11.560 unit dari capaian bulan sebelumnya yang mencapai 80.779 unit.
Koreksi juga membayangi sektor penjualan ritel ke konsumen yang merosot tipis 5,1 persen dari perolehan April sebesar 75.736 unit menjadi 71.890 unit.
Faktor Penurunan Performa Bulanan
Vice Chairman Market Development Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, menjelaskan bahwa lonjakan tinggi pada April 2026 merupakan dampak musiman dari peningkatan distribusi setelah momen Lebaran.
Memasuki Mei 2026, kondisi pasar kendaraan bermotor di dalam negeri dinilai kembali bergerak menuju titik normalnya semula.
>>> Erlangga Luncurkan Buku Pelajaran Next Gen Choice Berbahasa Inggris untuk SD-SMP
Pergerakan aktivitas pasar pada Mei juga terpengaruh oleh banyaknya hari libur nasional, termasuk peringatan Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Waisak.