Ekonom senior Chatib Basri menyatakan bahwa kondisi perekonomian domestik Indonesia saat ini tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya.
Ia menyebutkan realisasi indikator ekonomi pada kuartal pertama menunjukkan kinerja yang relatif baik.
>>> Lenovo Luncurkan Perangkat Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 di Indonesia
Sektor konsumsi rumah tangga memberikan dorongan signifikan, terutama saat momen puasa dan lebaran.
Selain itu, pengeluaran pemerintah yang terserap tinggi di awal tahun juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Domestic economy, yang menarik adalah situasi di domestik itu enggak seburuk yang dibayangkan.
Karena kalau dilihat di kuarter pertama, household consumption-nya itu masih relatively lumayan," kata Chatib Basri di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan bahwa pemerintah melakukan belanja sekitar hampir 22 persen di kuartal pertama, yang kemudian mendorong pertumbuhan secara signifikan.
Meskipun demikian, Chatib Basri mencatat adanya penurunan retail sales index di bulan April yang berada di angka 1,9.
>>> Mabes TNI Bantah Tuduhan Program Militerisme dan Keterlibatan di Ranah Sipil
Hal ini menjadi indikasi bahwa permasalahan ekonomi tetap ada.
Penilaian daya beli masyarakat Indonesia menurutnya tidak bisa dilakukan secara agregat, melainkan harus dipantau secara granular per kelompok.
Ia menyoroti kelompok masyarakat menengah ke atas, dengan pengeluaran antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta, yang mengalami pertumbuhan negatif dalam tujuh tahun terakhir.
Permasalahan pada kelompok masyarakat kelas menengah ini juga tercermin dari kenaikan non-performing loan (NPL). "Ini menarik ya, bahwa isunya itu adalah yang (kelompok masyarakat) yang di tengah ini.
Jadi kalau lihat NPL, naiknya juga problem-nya di situ," jelas Chatib Basri.
Indikator lain seperti Consumer Price Index (CPI) dan inflasi dilaporkan mulai mengalami kenaikan, namun posisinya masih terkendali.
>>> DPR Soroti Target Ekonomi 2027 dan Ancaman El Nino
Perlambatan nilai tukar juga memicu volatilitas pada sektor makanan, meskipun dinamikanya dinilai belum terlalu signifikan.