⌂ Beranda News Chatib Basri: Pelemahan Rupiah 2026 Berbeda dengan Krisis 1998

Chatib Basri: Pelemahan Rupiah 2026 Berbeda dengan Krisis 1998

Chatib Basri: Pelemahan Rupiah 2026 Berbeda dengan Krisis 1998
Ilustrasi mata uang rupiah melemah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Sektor swasta kini dihadapkan pada dilema untuk membebankan biaya produksi kepada konsumen yang berisiko menggerus daya beli, atau menyerap beban tersebut dengan konsekuensi penurunan margin keuntungan.

Meskipun ruang kebijakan moneter menyempit akibat kecilnya peluang The Fed menurunkan suku bunga, Chatib menolak kekhawatiran mengenai potensi resesi karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif di angka 4,5 hingga 5 persen.

Kenaikan indikator credit default swap (CDS) Indonesia sejak awal tahun justru dinilai lebih dipicu oleh sentimen kredibilitas fiskal setelah lembaga pemeringkat Moody's mengubah outlook dan munculnya kecemasan terhadap defisit anggaran yang mendekati batas 3 persen.

Rupiah ditutup pada level Rp 18.058 per dolar AS, setelah sempat menyentuh posisi terendah Rp 18.200 per dollar AS pada Senin (8/6/2026).

>>> Sari Yuliati Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kekerasan Santri di Lombok

Angka ini berbeda dengan kondisi krisis moneter 1997-1998, saat rupiah anjlok dari Rp 2.500 ke kisaran Rp 4.000 hingga Rp 5.000, sebelum akhirnya terhempas ke titik terlemahnya di level Rp 16.650 hingga Rp 16.800 per dollar AS pada pertengahan Juni 1998.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru