⌂ Beranda News Rawat Baterai Motor Listrik agar Awet hingga Lima Tahun

Rawat Baterai Motor Listrik agar Awet hingga Lima Tahun

Rawat Baterai Motor Listrik agar Awet hingga Lima Tahun
Motor listrik dengan baterai litium
A A Ukuran Teks16px

Populasi sepeda motor listrik di Indonesia terus meningkat. Meski efisien dan bebas emisi, pemilik wajib memahami perawatan komponen utamanya, yaitu baterai.

Baterai merupakan "jantung" motor listrik. Komponen ini krusial untuk performa dan memiliki nilai investasi tertinggi jika rusak.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen

Mohamad Rifki Robani, pemilik bengkel spesialis motor listrik STB EV, mengatakan perawatan utama motor listrik adalah baterainya.

Kebiasaan yang Harus Dihindari

Rifki mengingatkan bahwa indikator baterai pada beberapa model motor listrik tidak akurat. Pengguna harus lebih jeli terhadap kapasitas yang tertera di layar.

"Kalau dipakai, harus diperhatikan persentase baterainya. Sebab, display di speedometer biasanya per 25 persen," ujarnya.

Jangan gunakan baterai hingga benar-benar habis. Tindakan itu akan mengurangi siklus hidup baterai.

Menghabiskan daya hingga 0 persen (deep discharge) dapat merusak sel baterai secara permanen. Akibatnya, kemampuan menyimpan daya menurun drastis.

>>> Jung Kyung-ho dan Sooyoung SNSD Putus Setelah 14 Tahun Pacaran

Sebaliknya, banyak pengguna khawatir overcharge saat mengisi daya semalaman. Menurut Rifki, teknologi pengisian saat ini sudah cukup pintar.

"Sebenarnya, kalau kelamaan dicas tidak masalah. Ada otomatis cut off di charger-nya," katanya.

Pentingnya Kalibrasi Berkala

Meski aman dari overcharge, baterai tetap perlu perawatan teknis. Penyelarasan sel baterai harus dilakukan secara berkala.

Seiring waktu, arus pada baterai menjadi tidak seimbang. Setiap 6 bulan sekali perlu dilakukan balancing atau kalibrasi untuk menyamakan tegangan di setiap sel.

Jika langkah preventif dilakukan dengan disiplin, usia pakai baterai bisa bertahan lama. "Jika perawatannya benar, baterai bisa awet sampai lima tahun.

>>> Grab Indonesia Terapkan Strategi Bisnis Baru Hadapi Kompleksitas Ekonomi

Lumayan, karena baterai komponen paling mahal," ujar Rifki.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru