⌂ Beranda News Prancis dan Jerman Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS

Prancis dan Jerman Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS

Prancis dan Jerman Batalkan Proyek Jet Tempur FCAS
Ilustrasi jet tempur generasi baru proyek FCAS Prancis Jerman
A A Ukuran Teks16px

Kerja sama Prancis dan Jerman dalam mengembangkan jet tempur generasi baru resmi berakhir.

Program bernilai lebih dari 100 miliar euro itu dihentikan akibat perselisihan internal yang tak kunjung usai.

>>> Polda Banten Selidiki Penyerangan Suporter Bola di Kragilan Serang

Keputusan ini dikonfirmasi oleh otoritas Berlin dan Paris pada Senin (08/06). Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan lalu menyepakati kegagalan penyelesaian konflik tersebut.

Program Future Combat Air System (FCAS) diluncurkan sejak 2017. Tujuannya memproduksi pesawat tempur generasi keenam yang ditargetkan beroperasi sekitar tahun 2040 untuk menggantikan Eurofighter dan Rafale.

Perselisihan besar terjadi antara Dassault Aviation (Prancis) dan Airbus (konsorsium Eropa). Dassault menuntut kendali lebih besar atas pengerjaan program, yang ditentang Airbus Defence and Space.

Keduanya berselisih soal pengendalian fase lanjutan proyek dan akses hak kekayaan intelektual. Perbedaan pandangan juga terjadi dalam pengembangan desain pesawat.

Airbus dan Dassault belum memberikan komentar resmi.

Pembatalan proyek pertahanan terbesar di Eropa ini muncul di tengah kekhawatiran terhadap ancaman Rusia. Ada juga tekanan dari AS agar negara Eropa meningkatkan kemandirian pertahanan.

>>> PP Tunas Resmi Diterapkan, Pemerintah Lindungi Anak di Dunia Digital

Meski proyek bersama dihentikan, program FCAS tidak serta-merta berhenti total. Merz menegaskan komitmen untuk memastikan modernisasi pertahanan udara tetap sukses.

"Keahlian membuat pesawat militer ada di Jerman. Industri Jerman kini harus membuktikan kemampuannya," ujarnya.

Tanggapan positif datang dari Bundestag. Langkah ini dinilai tepat oleh perwakilan partai.

"Ketika industri menghambat kemajuan, menjadi tugas politisi menunjukkan kepemimpinan dan memastikan proyek tetap berjalan," ungkap Brantner, pemimpin Partai Hijau Jerman.

Kritik muncul dari legislatif Prancis yang melihat kendala komunikasi dalam proyek bilateral. Namun optimisme masih tersisa di tingkat pimpinan negara.

Jerman dan Prancis kini berencana mengalihkan fokus pada proyek Combat Cloud. Sistem jaringan ini mengintegrasikan pesawat, drone, dan sensor militer dalam satu ekosistem tempur terpadu.

>>> Volkswagen Prediksi Penjualan Mobil Bensin Dunia Anjlok Hingga 5% pada 2035

Pejabat kementerian pertahanan kedua negara dijadwalkan bertemu pada pertengahan Juli 2026. Pertemuan itu bertujuan merancang kerja sama baru melalui proyek berskala lebih kecil dan realistis.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru