Di sisi lain, Roby Tremonti selaku pihak lawan menyatakan rasa malas dan keberatan karena Eza Gionino membawa masalah pribadi ke dalam acara promotor.
"Eza, gue paling malas. Lo datang ke sini, kemudian membawa masalah dan nantangin gue.
Lo mau ketemu gue di ring it's oke, tetapi ini kan event gue. Jadi, ngapain lo ikut campur?"
kata Roby Tremonti.
Roby Tremonti juga menyinggung sikap Eza Gionino yang dinilai terus mengungkit persoalan masa lalu saat dipersilakan berbicara oleh panitia acara.
"Gue paling enggak bisa psywar sih ya. Tapi kalau anak ini masih bawa masa lalu..
masa lalu masih lu bawa-bawa sih," kata Roby Tremonti.
Suasana panas akibat insiden fisik tersebut seketika dilerai oleh orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, warganet di media sosial justru menaruh kecurigaan besar dan menduga bahwa aksi baku hantam tersebut hanyalah rekayasa promosi.
"Mereka berdusla artis FTV jadi udah pada tahu kan. Pasti tahu dong??"
kata seorang netizen.
Publik menilai kekerasan di depan kamera itu sangat mirip dengan adegan akting drama televisi karena menganggap perseteruan tersebut hanya bertujuan meningkatkan popularitas.
"Dua orang redup lagi bikin drama, sok ganteng pula," ujar netizen lain.
Konflik mencuat setelah Roby Tremonti mengunggah komentar media sosial yang dianggap menyinggung kehormatan istri Eza Gionino.
>>> KPK Selidiki Dugaan Suap Bupati Muara Enim di Dinas Lain
Eza Gionino dan Roby Tremonti dijadwalkan bertarung resmi dalam ajang Ancol Championship pada 28 Juni 2026.