Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) resmi memperkenalkan empat astronaut untuk misi Artemis III pada Selasa (9/6/2026) waktu Houston.
Misi ini merupakan langkah strategis untuk kembali mengirimkan manusia ke Bulan.
>>> Polda Jabar Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pesta Gay di Karawang
Fokus utama Artemis III adalah pengujian teknologi dan prosedur krusial di orbit Bumi rendah sebelum pendaratan di permukaan Bulan.
Kru Artemis III
Randy Bresnik, mantan pilot uji Angkatan Laut dan Marinir AS, ditunjuk sebagai komandan misi.
Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) akan bertugas sebagai pilot.
Posisi spesialis misi diisi oleh Frank Rubio, pemegang rekor penerbangan tunggal terlama AS di ISS, dan Andre Douglas, insinyur asal Florida yang menjalani penerbangan antariksa pertamanya.
Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa setiap astronaut memiliki keahlian dan pengalaman kuat untuk menghadapi misi rumit ini.
>>> Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026
"Setiap dari Anda memiliki latar belakang yang unik. Pengalaman luas dan dedikasi Anda memungkinkan kita melangkah ke tahap berikutnya dalam eksplorasi antariksa," kata Isaacman.
Misi selama dua minggu ini akan menguji proses rendezvous dan docking kapsul Orion dengan wahana pendarat SpaceX dan Blue Origin melalui tiga peluncuran roket terpisah.
Pengujian tetap berjalan meskipun roket New Glenn milik Blue Origin sempat meledak dalam uji terbang tanpa awak akhir Mei lalu.
Pengumuman kru ini mempertegas persaingan antariksa global setelah China menargetkan pendaratan manusia di Bulan pada 2030.
"Artemis III sengaja dirancang untuk mengambil risiko terukur agar kru masa depan lebih aman dan kita bisa mengalahkan China kembali ke Bulan," ujar seorang pejabat NASA.
>>> Timnas Indonesia Tekuk Mozambik 1-0 di SUGBK
Persiapan Artemis III menyusul keberhasilan misi Artemis II yang mengelilingi Bulan pada April 2026, menandai kembalinya manusia ke luar orbit Bumi rendah sejak era Apollo 1972.
