Saturnus resmi menyandang predikat planet dengan bulan terbanyak di Tata Surya. Hingga 2026, planet bercincin itu tercatat memiliki 285 bulan yang telah dikonfirmasi.
Jumlah itu hampir tiga kali lebih banyak dibandingkan Jupiter yang memiliki sekitar 101 bulan. Namun, apakah Saturnus benar-benar 'menumbuhkan' ratusan bulan baru?
>>> Spektrum Komersial Naik 58%, ATSI Optimistis Internet RI Makin Kencang
Jawabannya tidak. Menurut para astronom, lonjakan jumlah bulan Saturnus bukan karena munculnya satelit baru.
Melainkan karena teknologi pengamatan yang semakin canggih.
Teknologi itu mampu mendeteksi bulan-bulan kecil yang sebelumnya luput dari pengamatan. "Ini adalah kisah tentang kemampuan mendeteksi, bukan tentang Saturnus yang berubah.
Kita hanya menjadi jauh lebih baik dalam melihat bulan-bulan yang memang sudah ada," demikian laporan yang dikutip dari SpaceDaily.
Lonjakan Jumlah Bulan Saturnus
Beberapa tahun lalu, Saturnus hanya diketahui memiliki 83 bulan dan masih kalah dari Jupiter. Namun, jumlah tersebut meningkat drastis dalam beberapa tahap.
Pada Mei 2023, astronom menemukan lebih dari 60 bulan baru sehingga totalnya melampaui 145.
Kemudian pada Maret 2025 ditemukan lagi 128 bulan sekaligus yang membuat jumlahnya melonjak menjadi 274.
Penambahan 11 bulan lagi pada Maret 2026 membuat total bulan Saturnus mencapai 285. Sebagian besar bulan yang baru ditemukan berukuran sangat kecil, hanya beberapa kilometer.
Selain itu, mereka mengorbit sangat jauh dari Saturnus sehingga cahayanya sangat redup. Akibatnya, bulan-bulan tersebut nyaris tidak terlihat menggunakan metode pengamatan biasa.
>>> Potret Sejarah Inggris Vs Argentina di Piala Dunia
Untuk menemukannya, astronom menggunakan teknik yang disebut image stacking.
Mereka mengambil banyak foto wilayah di sekitar Saturnus, lalu menggeser setiap gambar mengikuti perkiraan pergerakan bulan dan menggabungkannya menjadi satu citra.
Dengan cara ini, objek yang semula terlalu redup untuk terlihat perlahan menjadi tampak. "Bulan-bulan kecil ini sangat redup dan sulit dideteksi.

