⌂ Beranda News Dokter Ungkap Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Ini Risiko Jantungnya

Dokter Ungkap Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Ini Risiko Jantungnya

Dokter Ungkap Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Ini Risiko Jantungnya
Ilustrasi nyeri dada akibat angin duduk
A A Ukuran Teks16px

Seiring waktu, penumpukan tersebut dapat mempersempit pembuluh darah koroner.

Kondisi ini rawan terjadi terutama saat jantung bekerja lebih keras saat beraktivitas atau mengalami stres.

Gejala dan Mengapa Kerokan Bukan Solusi

Menurut dr. Febtusia, salah satu gejala khas angina pektoris adalah rasa nyeri atau tekanan berat di bagian tengah dada.

Selain itu, penderita bisa mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, hingga rasa tidak nyaman yang menjalar ke rahang, lengan kiri, atau punggung.

Gejala yang muncul bahkan saat beristirahat perlu mendapat perhatian khusus. Ini bisa menjadi tanda angina tidak stabil atau serangan jantung akut.

"Jika dibiarkan hingga pembuluh darah benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berujung langsung pada infark miokard akut atau kematian mendadak," ujarnya.

Sayangnya, gejala tersebut masih sering disalahartikan sebagai masuk angin biasa. Banyak orang memilih kerokan atau mengoleskan balsam sebelum mencari bantuan medis.

>>> Aksi Jual Saham Teknologi Picu Penutupan Bervariasi di Wall Street

Padahal, menurut dr. Febtusia, cara tersebut bukan pertolongan pertama.

Sensasi nyaman setelah kerokan lebih banyak berasal dari efek hangat balsam yang membantu melebarkan pembuluh darah untuk sementara waktu.

"Yang membuat nyaman itu adalah balsamnya, efek hangatnya. Pada saat pembuluh darah melebar, memang terasa lebih nyaman.

Tapi itu short effect, tidak long-term effect," ujar dr. Febtusia.

Guratan merah bekas kerokan bukan tanda positif bahwa tindakan tersebut memberikan efek berarti pada tubuh.

"Karena pada saat kita kerok, sebenarnya pembuluh darah yang di permukaan kulit itu adalah pecah. Jadi (guratan) merah itu adalah pembuluh darah," jelas dr. Febtusia.

Ketika muncul nyeri dada yang mengarah pada angina pektoris, pasien dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Penanganan dini penting karena serangan jantung idealnya ditangani dalam periode emas 90 menit pertama setelah gejala muncul.

Pengendalian Kolesterol Menjadi Bagian Penting Terapi

Penanganan angina pektoris tidak hanya fokus pada meredakan nyeri dada saat gejala muncul.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru