"Saya ingin mengidentifikasi mentalitas mereka, menjelaskan siapa kami, bagaimana kami melakukan sesuatu, bagaimana kami bekerja. Para pemain dan keluarga mereka lebih penting daripada siapa pun."
"Anda menandai beberapa hal yang jelas tentang budaya tim dan klub, dan setelah itu kita mulai berbicara tentang sepak bola," imbuhnya.
Fabregas meyakini tingkat kepercayaan dari seorang pelatih memegang peranan kunci dalam performa pemain.
"Saya percaya sepenuhnya pada mereka, dan ketika seorang pelatih percaya sepenuhnya pada pemainnya, begini, selalu ada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan," tegasnya.
"Namun, Anda akan selalu mendapatkan yang terbaik dari pemain tersebut atau berkinerja lebih baik daripada seseorang yang mendatangkan mereka karena mereka memiliki data yang bagus tetapi pelatih tersebut tidak mempercayai atau mengenal pemain tersebut."
Pendekatan personal inilah yang membuatnya memiliki kendali penuh atas kebijakan olahraga di Como saat ini dan enggan terburu-buru meninggalkan proyek tersebut.
"Yang saya tidak mengerti adalah terkadang klub merekrut pemain tanpa berbicara dengan pelatih atau tanpa pelatih mempelajari dan berbicara dengan pemain tersebut.
>>> Jaecoo Indonesia Resmikan Diler Baru GCP Soetta di Bandung
Padahal, pelatihlah yang perlu membuat para pemain ini bermain dan meningkatkan kemampuan mereka," pungkasnya.