Presiden Prabowo Subianto melarang pengusaha membawa kekayaan ke luar negeri. Ia meminta para pelaku usaha bersikap patriotik.
Pernyataan itu disampaikan saat sambutan di Munas HIPMI XVIII di Lampung. Acara itu disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 10 Juni 2026.
>>> Cara Menonton Piala Dunia 2026 Lewat MAXStream TV Telkomsel
Menurut Prabowo, pengusaha seharusnya memanfaatkan kekayaan untuk kemajuan Indonesia. Hal itu lebih mulia daripada menyimpan aset di luar negeri.
"Pengusaha harus jadi patriotik, saudara memupuk kekayaan sekarang dan saya kira semua ajaran agama atau filosofi mengajarkan agar semua kekayaan yang kau dapatkan dengan baik agar digunakan untuk tujuan baik.
Sebaiknya digunakan untuk membantu orang kurang mampu, baru Indonesia akan bangkit," ujar Prabowo.
Ia menegaskan, membawa kekayaan ke luar negeri justru memicu kemunduran bangsa.
>>> Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pertamax
"Kalau Anda kaya raya tapi kekayaannya kau bawa ke luar negeri dan tidak peduli dengan rakyat sekitarmu, ya masa depan bangsa ini tidak akan baik," tegasnya.
Meski begitu, Prabowo mengapresiasi peran dunia usaha. Ia mengakui pelaku bisnis adalah kunci kebangkitan ekonomi.
Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha kondusif. Tujuannya agar sektor bisnis tumbuh pesat dan berdampak positif bagi ekonomi nasional.
"Saudara yang ciptakan lapangan kerja, maka pemerintah harus membuat keadaan baik untuk pengusaha, keadaan baik itu antara lain, hukum harus ditegakkan.
>>> Gaikindo Ungkap Penjualan Mobil Indonesia Melemah Sepanjang Mei 2026
Kalau tidak tegakkan hukum, yang terjadi adalah hukum rimba, hukum liar, hukum berdasarkan kekuatan dan di ujungnya tidak baik bagi kita semua," tegas Prabowo.