Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) XVIII di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada Rabu, 10 Juni 2026.
Acara ini dihadiri ribuan delegasi pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela turut mendampingi Presiden.
>>> AS Lancarkan Serangan Udara ke Target Militer Iran di Tengah Gencatan Senjata
Pembukaan munas bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 HIPMI.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga hadir, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Nasionalisme dan Ekonomi Pancasila
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya nasionalisme dalam perekonomian. "Lahirnya HIPMI nafasnya adalah nasionalisme.
Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme," tegasnya.
Presiden mengajak pengusaha muda merefleksikan implementasi sistem ekonomi Pancasila, khususnya Pasal 33 UUD 1945.
>>> BRIN Petakan Sesar Aktif Pulau Jawa untuk Mitigasi Gempa
Pemerintah kini fokus memperkuat struktur ekonomi bawah dan memperbaiki akses pembiayaan bagi pelaku usaha super mikro dan UMKM.
Pemerintah pusat berkomitmen mendongkrak industrialisasi berbasis hilirisasi komoditas dan swasembada energi dalam tiga tahun ke depan. "Semua komoditas kita akan kita olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia.
Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit," ujar Presiden.
Presiden juga mengajak dunia usaha menerapkan prinsip Indonesia Incorporated untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik global. "Kita bersaing bukan untuk saling membunuh, kita bersaing untuk saling mengangkat, saling memperkuat," katanya.
Sebelum menghadiri Munas, Presiden didampingi Gubernur Lampung meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat.
>>> IATA Pertimbangkan Kunci Bagasi Kabin Saat Darurat Akibat Ulah Penumpang
RSUD tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan rumah sakit pemerintah pusat.