Kekhawatiran pemilik mobil listrik terhadap genangan air atau banjir sering muncul. Posisi baterai yang berada di bagian bawah kendaraan menjadi perhatian utama.
Menurut Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, genangan setinggi roda masih aman. "Kalau cuman lewat genangan yang masih se-ban mobil masih aman-aman saja," ujarnya.
>>> Insta360 Luncurkan Kamera Gimbal Saku Luna Ultra untuk Vlogger
Masalah baru muncul saat kendaraan terendam banjir dalam waktu lama. Ketinggian air yang melebihi roda dapat menimbulkan tekanan air ke sistem baterai.
"Kalau kerendam lama seharian dan kerendamnya air di atas roda, ini membuat adanya tekanan air dan bisa masuk ke dalam baterai lewat soket-soket atau seal penutup cover batre," jelas Yogig.
Titik sambungan seperti soket konektor baterai menjadi bagian paling berisiko. Seal kecil pada soket lebih mudah jebol dibandingkan rumah baterai itu sendiri.
"Jadinya air bisa kasih tekanan ke baterai, biasanya air masuk paling cepat lewat soket. Kenapa?
>>> Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis FIFA
karena di soket itu ada seal kecil jadinya gampang jebol," tambahnya.
Tekanan air yang besar pada komponen kelistrikan dapat memicu korosi. Penurunan performa baterai hingga kerusakan permanen juga mengintai jika kendaraan terendam banjir parah.
"Kalau mobilnya terendam banjir katakanlah semalaman dan banjirnya hampir menutupi semua atap mobil, berarti ini kan dalam banjirnya mobil kerendam," kata Yogig.
Kerusakan akibat air sering tidak langsung terlihat setelah dibersihkan. Gejala baru muncul beberapa bulan kemudian akibat korosi pada konektor atau komponen internal baterai.
>>> JisuLife Luncurkan Tiga Kipas Genggam Premium: Ultra 2, Pro1S, dan Pro1 Mini
Pemilik disarankan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem baterai dan kelistrikan. Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan dan umur pakai baterai.