Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melarang keras para importir menaikkan harga kedelai secara sepihak. Pemerintah siap mengambil tindakan tegas berupa penghentian penerbitan dokumen rekomendasi impor.
Langkah ini diambil demi menjaga stabilitas harga bahan baku bagi perajin tahu dan tempe. Mereka tergolong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
>>> Jadwal Semifinal Upper Bracket MPL ID S17 11 Juni 2026
"Kalau menaikkan, izinnya aku cabut dan aku tidak beri izin rekomendasi lagi, karena ada rekomendasinya di pertanian," kata Amran di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Ketegasan ini muncul karena para importir dinilai telah meraup keuntungan besar selama puluhan tahun. Mereka tidak sepatutnya membebankan kenaikan harga global langsung kepada konsumen lokal.
"Kemudian yang impor khususnya kedelai, kami minta pada pengusaha, tolong jangan menaikkan harga semena-mena. Kenapa?
Anda sudah untung puluhan tahun," ujar Amran.
Pemerintah juga berkomitmen menelusuri rantai pasok untuk melacak pihak yang memicu lonjakan harga. "Kami pas cek, kami sudah minta, kami sudah kumpulkan semua, jangan menaikkan harga semena-mena," tegasnya.
Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia per 8 Juni, rata-rata harga kedelai nasional Rp 11.126 per kilogram.
>>> Promo Akhir Pekan Super Indo 8-11 Juni 2026: Diskon Frozen Food hingga 30%
Di tingkat perajin Pulau Jawa berkisar Rp 10.868 hingga Rp 11.100 per kilogram.
Angka tersebut masih di bawah Harga Acuan Penjualan pemerintah, yaitu Rp 11.500 di tingkat importir dan Rp 12.000 di tingkat konsumen.
Amran mengingatkan pengusaha untuk menunjukkan solidaritas nasional menjaga stabilitas pangan. "Tolong kepeduliannya di saat kondisi seperti sekarang, karena anda sudah untung puluhan tahun," tuturnya.
Pihaknya memastikan tidak segan mengeksekusi sanksi administratif jika menemukan pelanggaran. "Jangan tidak peduli pada Merah Putih, pada rakyat Indonesia.
Kalau aku dapat (pelanggaran), aku pastikan izinnya aku cabut dan aku tidak beri rekomendasi impor lagi," tambah Amran.
>>> Bengkel Dolland Ungkap Keunggulan Konversi Motor Listrik di Indonesia
Kondisi pasokan kedelai nasional saat ini dilaporkan aman dan mencukupi kebutuhan. Asosiasi Importir mencatat ketersediaan stok kedelai pada Juni 2026 mencapai 450 ribu ton.