⌂ Beranda News Pramono Anung Izinkan Nobar Piala Dunia di Fasilitas Pemprov DKI

Pramono Anung Izinkan Nobar Piala Dunia di Fasilitas Pemprov DKI

Pramono Anung Izinkan Nobar Piala Dunia di Fasilitas Pemprov DKI
Bus Transjabodetabek melintas di jalan Jakarta
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengizinkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk mengadakan nonton bareng (nobar) Piala Dunia di fasilitas milik pemerintah daerah.

Kebijakan ini disampaikan usai ia meninjau lahan eks BPSDM di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6/2026).

>>> Pemerintah Targetkan Rupiah Stabil Melalui Kebijakan Devisa Hasil Ekspor

Respons atas Permintaan BUMD dan OPD

Pramono mengatakan bahwa banyak badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang meminta izin untuk menayangkan langsung pertandingan Piala Dunia.

"Yang pertama, banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya penyesuaian jadwal agar produktivitas kerja tetap terjaga.

"Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja. Yang paling penting, jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja," kata Pramono.

Sebagian besar pertandingan Piala Dunia berlangsung pada pagi hingga siang hari, yakni pukul 09.00 WIB, 10.00 WIB, dan 11.00 WIB.

>>> TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026 di Indonesia, Gratis Tanpa Berlangganan

"Kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11, sehingga ini menjadi persoalan tersendiri kalau tidak dikelola secara baik," ungkapnya.

Pramono memastikan bahwa ruang bagi publik dan pegawai pemerintah tetap terbuka untuk menikmati turnamen sepak bola internasional ini.

"Tetapi secara prinsip, saya akan memberikan ruang. Apa pun masyarakat ataupun ASN ataupun publik juga perlu untuk memanfaatkan Piala Dunia," ucapnya.

Ia menilai edisi Piala Dunia kali ini lebih menarik karena faktor geopolitik global yang turut memengaruhi nuansa kompetisi.

>>> Polrestabes Surabaya Selidiki Dugaan Pelecehan Atlet Menembak di Bawah Umur

"Menurut saya menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," imbuh Pramono.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru