⌂ Beranda News CEO Aprilia Dukung Sanksi Lebih Berat untuk Jorge Martin

CEO Aprilia Dukung Sanksi Lebih Berat untuk Jorge Martin

CEO Aprilia Dukung Sanksi Lebih Berat untuk Jorge Martin
Jorge Martin di MotoGP Hungaria
A A Ukuran Teks16px

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyatakan tidak keberatan jika Jorge Martin mendapat hukuman lebih berat akibat memicu kecelakaan massal di MotoGP Hungaria 2026.

Insiden terjadi pada lap pembuka di Sirkuit Balaton Park, Minggu (8/6). Martin kehilangan kendali saat mengerem di tikungan pertama dan menyebabkan beberapa pebalap lain ikut jatuh.

>>> IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.789 pada Sesi I Kamis 11 Juni 2026

Pebalap yang terlibat antara lain rekan setimnya Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio.

Atas insiden tersebut, MotoGP menjatuhkan sanksi double long lap penalty untuk balapan berikutnya. Hukuman ini sesuai regulasi untuk pelanggaran pertama pada lap pembuka musim ini.

Rivola menilai penambahan hukuman masih bisa dibenarkan demi keselamatan di lintasan.

"Soal hukumannya, mungkin, sejujurnya, karena kami banyak berbicara soal keselamatan, saya tidak akan tidak setuju jika hukumannya dibuat lebih berat dan lebih keras dari itu," kata Rivola.

Ia menambahkan bahwa tikungan pertama merupakan area yang sangat berbahaya bagi para pebalap.

"Karena tikungan pertama itu berbahaya. Para pebalap sudah mengambil risiko di mana-mana, jadi menambah risiko lagi sebenarnya tidak perlu," ujarnya.

Meskipun kecewa, Rivola bersyukur tidak ada pebalap yang cedera serius dalam kecelakaan tersebut.

"Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua pebalap yang terlibat. Kedua, ini hari yang beruntung karena hasil akhirnya bisa jauh lebih buruk bagi semua orang," kata Rivola.

>>> Kemenag Usulkan Anggaran Rp9,6 Triliun untuk Kesejahteraan Guru Agama

Martin dilaporkan segera meminta maaf setelah balapan, namun Rivola menganggap tindakan ceroboh itu tetap sulit dimaafkan.

"Saya berbicara sangat singkat dengan Jorge. Saya lebih banyak mendengarkan.

Dia meminta maaf kepada semua orang, tetapi tetap saja sulit untuk menerimanya," ujar Rivola.

Rivola membandingkan insiden ini dengan kecelakaan di MotoGP Jepang musim lalu yang juga dipicu Martin dengan sanksi serupa.

"Saya pikir seorang juara dunia tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Tapi itu sudah terjadi dan menjadi pelajaran lagi.

Di Jepang dia terlalu optimistis. Di sini dia tidak mengendalikan pengereman depan dengan benar dan berada di bagian lintasan yang salah," katanya.

Tabrakan beruntun ini mengubah situasi klasemen sementara MotoGP 2026. Marco Bezzecchi masih memimpin dengan keunggulan 20 poin atas Martin.

>>> Mikel Merino Yakin Spanyol Mampu Kalahkan Siapa Pun di Piala Dunia 2026

Sementara itu, Marc Marquez memanfaatkan momen tersebut dengan memenangi Sprint Race dan balapan utama di Hungaria, memangkas jarak poin menjadi 72 angka dari Bezzecchi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru