Serangan drone militer Ukraina telah memicu krisis bahan bakar minyak (BBM) di Semenanjung Krimea pada Juni 2026.
Jalur distribusi utama yang menghubungkan Rostov ke Krimea melalui Mariupol menjadi sasaran tembak jarak jauh.
>>> Mengapa Manusia Butuh Waktu Lama untuk Kembali ke Bulan?
Analis dari lembaga pemikir Atum Mundi, Clement Molin, menyebut rute tersebut sebagai tulang punggung pendudukan Rusia di wilayah selatan.
Intensitas serangan drone meningkat drastis sejak awal Mei 2026.
Sekitar 300 truk logistik menjadi sasaran, termasuk 30 tangki pengangkut BBM. Data internal militer Ukraina mengonfirmasi kerusakan parah pada armada tersebut.
>>> Prabowo Subianto Pilih Pindad Maung Jadi Kendaraan Dinas
Dampak pada Pasokan dan Warga
Lalu lintas kargo militer Rusia menurun 71 persen pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Kondisi ini melumpuhkan rantai pasok Moskow di Krimea.
Warga lokal dan wisatawan Rusia mengeluhkan antrean SPBU hingga 10 jam. Pembelian BBM dibatasi maksimal 20 liter dengan sistem voucher.
Seorang penduduk Simferopol mengatakan ia kini berjalan kaki ke tempat kerja. Ia bercanda harus membeli kuda untuk transportasi.
>>> Polres Semarang Tangkap Pria Mengaku Habib Pencabul Santriwati
Pejabat tinggi Kremlin yang memimpin Krimea, Sergei Aksyonov, mengakui ketidakmampuan memenuhi permintaan BBM saat ini. Krisis ini menunjukkan kerentanan logistik Rusia di wilayah pendudukan.