⌂ Beranda News Trump Ancam Luncurkan Serangan Baru ke Iran yang Lebih Keras

Trump Ancam Luncurkan Serangan Baru ke Iran yang Lebih Keras

Trump Ancam Luncurkan Serangan Baru ke Iran yang Lebih Keras
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan baru yang lebih keras terhadap Iran. Ancaman ini disampaikan setelah negosiasi damai antara kedua negara terhambat.

Trump menilai negosiator Iran mempermainkan Amerika Serikat dalam perundingan. Ketegangan kembali meningkat setelah militer kedua negara saling serang menyusul jatuhnya helikopter militer AS di Selat Hormuz.

>>> Basuki Hadimuljono Usul Tambahan Anggaran IKN Rp15,5 Triliun untuk 2027

Insiden tersebut mengancam gencatan senjata yang berlaku sejak awal April lalu.

Pasukan AS menggempur sejumlah target di wilayah selatan Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Trump: Kami akan Menyerang Mereka dengan Sangat Keras

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (10/6) waktu AS.

Ia menambahkan bahwa tindakan tegas tersebut merupakan kelanjutan dari aksi militer sebelumnya.

"Kita menyerang mereka dengan keras kemarin, dan kita akan menyerang mereka lagi dengan keras hari ini, jika Anda melewatkannya, jika Anda tidak menyalakan televisi Anda," ucap Trump.

Meski demikian, Washington menyatakan tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan dengan Teheran. Syaratnya, kesepakatan itu bersifat substantif dan bisa ditegakkan.

"Dan kita akan melihat apa yang terjadi dengan kesepakatan itu. Kita hampir mencapai kesepakatan, tetapi mereka terus mengulur waktu, mereka terus mempermainkan kita," kata Trump.

Kepala negara AS itu menginginkan perjanjian yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak. "Kita menginginkan kesepakatan yang bermakna.

>>> Gapasdap Desak Kemenhub Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan

Kita menginginkan kesepakatan yang berhasil," ujar Trump.

Trump juga sesumbar mengenai kemampuan militer AS yang bisa menyasar infrastruktur penting Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik.

Ancaman itu sempat diutarakan sebelum gencatan senjata namun belum dieksekusi.

"Saya tidak akan mengatakan itu kepada Anda.

Tetapi saya bisa melakukan itu," kata Trump ketika ditanya tentang laporan Fox News yang menyebut dirinya sedang mempertimbangkan rencana tersebut.

Sebelumnya melalui media sosial Truth Social, Trump memperingatkan bahwa Iran harus menanggung konsekuensi akibat penundaan kesepakatan. "Bully di Timur Tengah telah MATI!!!

Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulis Trump.

>>> Negara ASEAN Targetkan Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030

Pernyataan keras ini menunjukkan perubahan sikap drastis dibandingkan komentar Trump pada Selasa (9/6) yang menyebut negosiasi damai sudah berada di tahap akhir.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru