⌂ Beranda News Kasus Pelanggaran Finansial Man City Hadapi Babak Baru Pasca Putusan Everton

Kasus Pelanggaran Finansial Man City Hadapi Babak Baru Pasca Putusan Everton

Kasus Pelanggaran Finansial Man City Hadapi Babak Baru Pasca Putusan Everton
Stadion Manchester City
A A Ukuran Teks16px

Kasus 115 dakwaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City kini memasuki babak baru.

Perkembangan penting muncul dari perkara terpisah yang melibatkan Everton dan Burnley, yang berpotensi memberikan acuan bagi klub-klub Liga Inggris lainnya.

>>> Leo/Daniel Tersingkir di Babak 16 Besar Australian Open 2026

Pekan ini, Everton diperintahkan membayar kompensasi sebesar 40 juta paun kepada Burnley setelah kalah dalam sengketa hukum terkait pelanggaran Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR).

Putusan ini dinilai dapat menjadi preseden penting bagi klub-klub Liga Inggris yang tengah mengamati kasus Manchester City.

Burnley berargumen bahwa jika Everton menerima pengurangan poin pada 2022 saat mereka terdegradasi, nasib kedua klub akan berbeda.

Everton seharusnya turun kasta, sementara Burnley bertahan di Liga Inggris.

Perbedaan nasib ini berdampak langsung pada pendapatan kedua klub, sehingga Burnley menuntut ganti rugi dan memenangkan perkara tersebut.

Aturan Liga Inggris memungkinkan sebuah klub mengajukan tuntutan kompensasi terhadap klub lain apabila pelanggaran aturan menyebabkan kerugian finansial.

Besaran ganti rugi dalam kasus semacam ini biasanya dihitung berdasarkan nilai peluang yang hilang dan kemungkinan keberhasilan yang seharusnya didapat.

Dengan dasar hukum tersebut, sejumlah klub Liga Inggris dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah serupa terhadap Manchester City.

Mereka akan menunggu hasil banding Everton karena putusan tersebut bisa menciptakan preseden hukum baru.

>>> PGN Raih Penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026

Beberapa klub Liga Inggris dilaporkan telah menyiapkan tim penasihat hukum untuk mengambil tindakan jika kesempatan gugatan terbuka.

Tuntutan kompensasi bisa diajukan jika Manchester City terbukti melanggar aturan liga dalam kasus 115 dakwaan yang sedang berjalan.

Arsenal dan Manchester United berpotensi mengklaim kerugian pendapatan jika dapat membuktikan posisi akhir mereka terdampak oleh pelanggaran yang dituduhkan kepada Manchester City.

Besaran hadiah uang di Liga Inggris ditentukan berdasarkan posisi akhir klasemen.

Sebagai contoh, pada musim 2015/2016, Manchester City finis di posisi keempat dengan poin sama seperti Manchester United, namun unggul selisih gol.

Hasil ini membuat City lolos ke Liga Champions, sementara MU gagal.

Keikutsertaan di Liga Champions menghasilkan pemasukan sekitar 50 juta paun, yang bisa menjadi dasar perhitungan kerugian dalam gugatan hipotetis.

Sebagian besar dari 115 dakwaan yang dihadapi Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan keuangan antara tahun 2009 hingga 2018.

Jika terbukti bersalah, gelombang tuntutan kompensasi dari klub yang merasa dirugikan sangat mungkin terjadi.

>>> Panduan Lengkap Menghitung Skor Jalur Prestasi Nilai Rapor SMA SPMB Jabar 2026

Hingga kini belum ada kepastian kapan putusan akhir kasus ini akan diumumkan, meskipun beberapa sumber internal meyakini vonis dapat keluar dalam waktu dekat.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru