⌂ Beranda News Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Dilarang Masuk AS, Gagal ke Piala Dunia 2026

Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Dilarang Masuk AS, Gagal ke Piala Dunia 2026

Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Dilarang Masuk AS, Gagal ke Piala Dunia 2026
Wasit Omar Abdulkadir Artan
A A Ukuran Teks16px

Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang dinobatkan sebagai wasit pria terbaik Afrika pada 2025, dipastikan gagal berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.

Ia ditolak masuk ke wilayah Amerika Serikat, negara tuan rumah turnamen tersebut, yang secara otomatis membatalkan kesempatannya mencatatkan rekor bagi negaranya.

>>> PP 20/2026: Memahami Perubahan PPh Final UMKM dan Arah Kebijakan Pajak

Penolakan ini merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern kompetisi tersebut, meskipun Artan telah berhasil masuk dalam daftar final korps perwasitan FIFA.

Artan awalnya dijadwalkan menuju Miami untuk mengikuti pemusatan latihan bersama para sejawatnya. Namun, setelah namanya dicoret dari daftar petugas turnamen, ia langsung kembali ke Mogadishu.

Masyarakat Somalia menyambut kepulangannya dengan hangat, di mana ia berpesan kepada generasi muda untuk senantiasa bangga terhadap tanah air.

Rekam jejak Artan internasional dimulai sejak 2018.

Ia menjadi orang Somalia pertama yang memimpin laga Piala Afrika pada Januari 2024, dan kemudian dipercaya memimpin final Liga Champions Afrika di Maroko pada Mei.

Proses seleksi ketat telah dilaluinya, termasuk saat bertugas di Piala Dunia U-20 di Cile tahun lalu.

Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat menyatakan bahwa Artan tidak memenuhi syarat setelah melalui proses pemeriksaan, sehingga penolakan tidak terhindarkan.

>>> Menhub Hitung Dampak Kenaikan Harga Pertamax pada Sektor Transportasi

Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penolakan diduga terkait keterkaitan Artan dengan anggota jaringan organisasi teror.

Sementara itu, beberapa pejabat Somalia meyakini ada faktor lain, termasuk kemungkinan dampak kebijakan imigrasi era Donald Trump yang pernah melarang kunjungan warga dari sejumlah negara.

Langkah ini memicu protes dan keraguan dari penggemar sepak bola mengenai kesiapan AS sebagai tuan rumah kompetisi global.

Sikap FIFA dan Perkembangan Sepak Bola Somalia

Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, menyatakan netral dan menegaskan tidak memiliki wewenang dalam sistem keimigrasian negara.

FIFA menyatakan bahwa pemerintah negara penyelenggara turnamen memegang kendali penuh atas pemberian visa dan izin masuk.

Meskipun demikian, perkembangan sepak bola di Somalia menunjukkan daya tahan luar biasa di tengah kondisi negara yang dilanda konflik.

Federasi Sepak Bola Somalia konsisten memajukan sepak bola domestik dengan menyelenggarakan 22 kompetisi tahunan, mulai dari kelompok usia muda hingga Liga Utama yang diikuti 12 klub profesional.

>>> Trump Klaim Militer AS Amankan 100 Juta Barel Minyak di Selat Hormuz

Komitmen kebangkitan olahraga di Somalia juga terlihat dari proyek pemugaran infrastruktur, termasuk renovasi Stadion Mogadishu yang kini mampu menampung hingga 65.000 penonton.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru