Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis, 11 Juni 2026.
Indeks bursa domestik terkoreksi sebesar 16,34 poin atau 0,28 persen dan berakhir di level 5.886,03.
>>> Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Dilarang Masuk AS, Gagal ke Piala Dunia 2026
Sebanyak 265 saham menguat, 419 saham melemah, dan 131 saham stagnan. IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang 5.784,51 hingga 6.010,49.
Total nilai transaksi mencapai Rp 21,86 triliun dengan volume 33,05 miliar lembar saham dan frekuensi 2,37 juta kali.
Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 0,45 persen, berakhir di level 586,84.
Meskipun IHSG melemah, beberapa sektor industri menunjukkan penguatan.
Sektor keuangan memimpin dengan kenaikan 1,36 persen, diikuti sektor kesehatan (0,74 persen), properti (0,70 persen), infrastruktur (0,56 persen), dan teknologi (0,54 persen).
Sektor barang baku menjadi pemicu utama pelemahan indeks dengan ambruk 4,27 persen.
Sektor energi menyusul dengan pelemahan 2,12 persen, sementara transportasi dan logistik menyusut 1,41 persen.
Koreksi juga melanda sektor industri (0,79 persen), barang konsumsi primer (0,66 persen), dan barang konsumsi nonprimer (0,57 persen).
Di jajaran saham LQ45, PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin penguatan dengan lonjakan 4,41 persen.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,10 persen, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 2,84 persen.
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 2,73 persen, diikuti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang menguat 2,72 persen.
>>> PP 20/2026: Memahami Perubahan PPh Final UMKM dan Arah Kebijakan Pajak
Koreksi terdalam dialami PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang anjlok 13,94 persen.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merosot 8,90 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpangkas 7,55 persen.
Tekanan jual juga menimpa PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 6,45 persen, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 5,32 persen.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan nilai transaksi terbesar Rp 3,09 triliun.