Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan jaminan bahwa stok dan harga obat-obatan yang termasuk dalam skema BPJS Kesehatan tetap aman dan ditanggung oleh pemerintah.
Kepastian ini disampaikan setelah Kemenkes melakukan pemantauan terhadap fluktuasi harga obat di pasar domestik.
>>> Barcelona Larang Xavi Hernandez Bela Tim Legends, Hubungan Memanas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan identifikasi secara detail untuk membedakan kenaikan harga yang logis dan yang tidak wajar.
"Jadi, harga obat kita udah lihat, kita udah list mana yang naiknya makes sense dan tidak makes sense.
Tapi yang untuk obat-obatan BPJS kita berhasil jaga, ya," ujar Budi Gunadi.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga obat tidak selalu berbanding lurus dengan fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Menurut Budi Gunadi, banyak komponen produksi dalam industri farmasi lokal yang menggunakan mata uang rupiah, seperti upah pekerja, biaya listrik, dan transportasi.
"Kenaikan ini kan nggak semuanya, misalnya dolar naik 30%, harga obat naik 30% kan nggak gitu, kan? Karena harga obat ini banyak juga yang sumbernya rupiah," jelasnya.
>>> Ibarbo Park Sleman: Wisata Kota Kartun dengan 23 Wahana Baru di 2026
Pemerintah juga telah menetapkan rentang kalkulasi kenaikan harga obat yang rasional, yaitu antara 10 hingga 20 persen.
"10 sampai 20 persen itu makes sense. Tapi kalau di atas itu kan jangan, jangan take profit dari situ.
Tapi ya BPJS kita secure, aman," tegas Budi Gunadi.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, menambahkan bahwa fluktuasi harga bervariasi tergantung kebijakan industri farmasi, namun dipastikan tidak ada yang melebihi batas 20 persen.
"Iya, tergantung industri farmasinya, ada yang cuma naikin 5 persen, ada yang naikin 10 persen, gitu.
Tapi tidak lebih dari 20 persen, jadi artinya tidak, di BPJS juga aman juga," papar Rizka.
>>> Kemenhut Diminta Segera Rampungkan Izin Pemanfaatan Hutan Dua Perusahaan Aceh
Rizka juga menegaskan bahwa pasokan obat untuk pasien BPJS Kesehatan dipastikan tidak akan mengalami kelangkaan dan pembiayaan tetap berjalan sesuai regulasi.