Penolakan visa oleh otoritas Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026 menimbulkan kekecewaan mendalam bagi bomber Timnas Iran, Mehdi Taremi.
Kebijakan imigrasi ketat negara tuan rumah berdampak langsung pada kesiapan tim yang harus bertanding di tengah konflik eksternal.
>>> 200 Pemuda Desa Diberangkatkan ke Jepang untuk Tingkatkan Keterampilan
Skuad Iran terpaksa memindahkan kamp latihan mereka ke Meksiko, sebuah situasi yang dinilai tidak ideal oleh Taremi.
Ia menyatakan bahwa pelarangan administratif tersebut menodai semangat keramahan turnamen dan menumbuhkan atmosfer ketegangan.
"Saya sudah mengikuti tiga Piala Dunia dan mereka selalu mengatakan begitu Anda turun dari pesawat dan memasuki negara tuan rumah, ada suasana unik yang penuh keramahan dan semangat global," ujar Taremi, mengutip laporan ESPN.
"Sayangnya, saya tidak merasakannya saat ini. Ada banyak ketegangan saat ini di Piala Dunia ini.
Anda bisa merasakannya di atmosfer dan sayangnya, itu karena tindakan seperti penolakan visa. Mungkin itu hanya perasaan pribadi saya."
Rencana awal tim untuk menetap di Arizona dibatalkan. Mengikuti arahan FIFA, tim sepak bola Iran akhirnya bergeser ke Tijuana.
Namun, permasalahan tidak berhenti di situ, karena 14 anggota staf ditahan dan dilarang melintasi perbatasan, termasuk Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Mohammed Nabi.
"Tim ini tidak hanya terdiri dari para pemain dan pelatih, tetapi juga orang-orang pendukung, staf teknis, manajemen. Kita semua adalah satu tim," kata Mehdi Mohammed Nabi.
>>> Harga Pertamax Rp16.250 Masih Jauh di Bawah Nilai Pasar Menurut ESDM
Ia menambahkan bahwa FIFA telah mengakui masalah ini dan masih mengupayakan penyelesaian visa. "Mudah-mudahan masalah ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari ke depan."
FIFA menyatakan bekerja sama erat dengan Federasi Sepak Bola Iran untuk mengidentifikasi solusi yang memaksimalkan peluang bagi pendukung Iran untuk menghadiri pertandingan.
Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa perizinan esensial bagi atlet tetap diberikan, meski dibarengi penyaringan ketat.
"Visa yang diperlukan Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia, termasuk untuk atlet dan staf pendukung yang diperlukan, telah dikeluarkan," jelas Departemen Luar Negeri AS.
Namun, pihak kementerian menolak membeberkan rincian lebih lanjut dengan alasan privasi.
Keputusan akhir mengenai kelayakan warga negara asing untuk memasuki Amerika Serikat berada di tangan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menekankan pengawasan tingkat tinggi.
"Kami tidak memiliki masalah dengan para atlet, seperti yang telah kami nyatakan sebelumnya, atau staf pendukung mereka," terang Rubio.
>>> KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Tersangka Suap Audit BPK
"Tetapi yang tidak akan kami izinkan adalah mereka memasukkan sejumlah orang dalam delegasi mereka yang kami tahu tidak ada hubungannya dengan atletik dan memiliki hubungan dengan IRGC atau hal-hal semacam itu."