⌂ Beranda News Surabaya Jadi Kota Percontohan Program Pengurangan Sampah Plastik Sungai

Surabaya Jadi Kota Percontohan Program Pengurangan Sampah Plastik Sungai

Surabaya Jadi Kota Percontohan Program Pengurangan Sampah Plastik Sungai
Sungai di Surabaya bersih dari sampah plastik setelah program kemitraan
A A Ukuran Teks16px

Kota Surabaya resmi menjadi lokasi pertama di Indonesia untuk program "Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution".

Program ini merupakan kemitraan bilateral antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Uni Emirat Arab, dan UNDP Indonesia.

>>> Pemerintah dan DPR Sepakati Kerangka APBN 2027, Target Pertumbuhan 5,8-6,5%

Peluncuran program dilakukan melalui soft-launching yang digelar bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni lalu.

Surabaya dipilih karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya M. Fikser menyampaikan apresiasi atas penunjukan tersebut.

"Terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kemenko Bidang Pangan dan seluruh kementerian yang lain.

Surabaya ditunjuk menjadi salah satu lokasi soft-launching terkait dengan penanganan sampah plastik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Implementasi di Kali Tebu dan Kali Mrutu

Proyek penahanan sampah plastik agar tidak terbawa ke laut sudah berjalan di Kali Tebu dan Kali Mrutu.

Sinergi antara DLH Surabaya dengan lembaga swadaya masyarakat lokal berhasil mengangkat sekitar satu ton sampah plastik dari aliran sungai setiap harinya.

"Satu hari, 1 ton sampah plastik yang kemudian diambil oleh teman-teman Ecoton begitupun juga Lohjinawi. Kami fasilitasi tempat bagi teman-teman dua NGO ini," jelas Fikser.

Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas penunjang dan penguatan edukasi bagi warga sekitar. Wali Kota Eri Cahyadi telah meminta agar seluruh kebutuhan NGO difasilitasi.

"Pak Wali Kota Eri Cahyadi sudah pesan, support habis seluruh kebutuhan dari teman-teman (NGO) ini.

Sehingga kemudian kita tidak hanya itu (membersihkan sampah), tapi ada edukasi kepada warga di sekitar untuk menjaga lingkungan," tuturnya.

Prinsip Ekonomi Sirkular

Program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular, di mana sampah yang terkumpul dipilah kembali untuk memberikan peluang pendapatan ekonomi bagi warga setempat.

"Dari hasil sampah yang diambil itu dilakukan pemilahan. Jadi warga juga bisa bekerja dan mendapatkan manfaat," ungkap Fikser.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru