Polisi menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan seorang pria berinisial DM (29) meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi di kawasan Pasar Grogol, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Para tersangka berinisial NA, AE, dan MLS. Dua di antaranya masih di bawah umur, sementara satu lainnya sudah dewasa.
>>> Fabio Quartararo: Performa Yamaha V4 Tak Rusak Hubungan Kami
Penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Salah satu pelaku diserahkan oleh anggota keluarganya.
Hal ini disampaikan oleh Kanit Reskrim Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan. Ia memimpin penyelidikan kasus tersebut.
"Kami baru saja berhasil mengamankan para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Weston Grogol pada 10 Mei lalu," kata AKP Alexander Tengbunan.
Polisi menyita sejumlah barang bukti untuk memperkuat pembuktian di persidangan.
Barang bukti tersebut meliputi rekaman CCTV di lokasi kejadian dan pakaian yang dikenakan para pelaku saat peristiwa terjadi.
Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 262 KUHPidana ayat 4 tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian korban.
>>> Mengenal Emotional Shutdown Saat Konflik dan Cara Tepat Menghadapinya
Kronologi Kejadian
Korban DM tewas setelah dikeroyok dan dilempar dari lantai dua Pasar Grogol. Sebelum meninggal di Rumah Sakit Tarakan, DM diduga dikeroyok oleh sejumlah orang di sebuah tempat biliar.
Peristiwa bermula saat korban bermain biliar bersama kekasihnya. Kekasih korban terlibat perselisihan dengan wanita lain.
Korban berusaha melerai pertengkaran tersebut. Namun, upaya itu justru memicu kemarahan kelompok pelaku.
Informasi ini dikonfirmasi oleh kakak perempuan korban, Mita. Ia mengetahui jalannya peristiwa di lokasi.
"Nah dia tuh ngebelain, ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang," kata Mita.
Akibat penganiayaan itu, korban menderita luka memar parah di sekujur tubuh dan mengalami pendarahan hebat.
>>> Polda Metro Gerebek Dua Lokasi Judi Berkedok Arena Permainan Anak
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif dalam keadaan koma sebelum akhirnya meninggal pada Kamis (14/5) di RS Tarakan.
