⌂ Beranda News BGN Tata Ulang Penerima Makan Bergizi Gratis, Sekolah Elite Dikeluarkan

BGN Tata Ulang Penerima Makan Bergizi Gratis, Sekolah Elite Dikeluarkan

BGN Tata Ulang Penerima Makan Bergizi Gratis, Sekolah Elite Dikeluarkan
Ilustrasi program makan bergizi gratis
A A Ukuran Teks16px

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pembenahan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) dengan menata ulang klaster penerima manfaat.

Langkah ini diambil agar sekolah elite atau kategori penerima yang mampu tidak mendapatkan program MBG lagi.

>>> Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria Hingga Tewas di Grogol

Penataan Ulang Penerima Manfaat

Kepala BGN Nanik S Deyang mengonfirmasi penghentian pemberian bantuan bagi kelompok masyarakat berkecukupan.

"Ya ya.

Maksudnya yang mampu, yang kaya nanti tidak dapat lagi," kata Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Nanik belum merinci laporan yang akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto karena agenda pertemuan ditunda.

"Ini kan belum, besok dibahasnya. Belum, belum.

Katanya besok sore," ujarnya.

Evaluasi oleh Menko Pangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya meminta evaluasi program MBG karena ditemukan ketidaktepatan sasaran di sejumlah sekolah elite.

>>> Fabio Quartararo: Performa Yamaha V4 Tak Rusak Hubungan Kami

Menko Pangan menilai sekolah berfasilitas bagus tidak membutuhkan program, sementara wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) belum tersentuh.

"Sekolah-sekolah yang elite, ya, memang enggak memerlukan makan bergizi," kata Zulkifli.

Ia menegaskan pembenahan regulasi difokuskan untuk mempercepat jangkauan bantuan ke wilayah terpencil.

"Yang memerlukan belum dapat, tapi yang enggak perlu dapat.

Nah, ini akan ditata lebih lanjut karena kita akan fokus kepada yang terlambat ini sangat terlambat 3T," ujarnya.

Fokus pada Keamanan Pangan

Selain akurasi data penerima, koordinasi kebersihan dan standar kualitas dapur menjadi perhatian utama untuk mengantisipasi risiko gangguan kesehatan.

"Karena kita tidak ada zero tolerance terhadap keamanan pangan ini. Walaupun satu, enggak boleh lagi ada yang keracunan," kata Zulkifli.

>>> Mengenal Emotional Shutdown Saat Konflik dan Cara Tepat Menghadapinya

Ia menambahkan, perbaikan akan difokuskan dalam sebulan ke depan untuk memastikan program tepat sasaran dan aman.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru