Kopi memiliki beragam identitas, mulai dari teknik pembuatan seperti espresso hingga nama yang berakar dari sejarah geografis, seperti Java.
Dikutip dari Detik Travel, kopi dari Jawa sangat populer di kalangan pencinta kopi di Eropa pada tahun 1700-an.
>>> Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang Usai Cedera Piala Dunia 2026
Kehadirannya begitu melekat hingga kata Java menjadi sinonim untuk kopi.
Istilah "a cup of Java" lahir dan terintegrasi dalam percakapan sehari-hari. Maskapai perdagangan Belanda, VOC, memegang peran besar dengan mengekspor kopi Jawa ke berbagai belahan dunia.
Jawa merupakan salah satu wilayah awal di luar Afrika dan Arab yang membudidayakan kopi. Pada dekade 1720-an, kualitas kopi Jawa mendapat pengakuan internasional.
Komoditas ini dihargai sangat tinggi di pasar global, bahkan nilainya sering mencapai 10 hingga 15 kali lipat lebih mahal dibanding varietas kopi biasa saat itu.
Perjalanan Kopi ke Jawa
Penyebaran tanaman kopi di Pulau Jawa berawal dari perjalanan Pieter van den Broecke pada tahun 1650. Pegawai VOC ini mendatangi Kota Mocha di Yaman.
Di sana, ia mencicipi minuman yang digambarkannya sebagai "Panas dan Hitam". Setelah itu, ia membawa pulang biji kopi secara ilegal ke Amsterdam.
>>> Maroko Coret Dua Pemain Bintang Jelang Piala Dunia 2026
Upaya budidaya awal di Belanda gagal karena faktor iklim. Belanda kemudian mengirimkan tanaman kopi ke Ceylon (Sri Lanka) pada tahun 1658.
Belanda merupakan salah satu kekuatan kolonial Eropa pertama yang menguasai perdagangan kopi pada abad ke-17. Namun, mereka menghentikan budidaya di Sri Lanka untuk memusatkan fokus di Jawa.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penurunan harga akibat pasokan berlebih di pasar.
Perkembangan Perkebunan di Batavia
Penanaman kopi gelombang pertama di Jawa dilakukan di Batavia. Pada tahap awal, proses ini gagal total akibat banjir.
Belanda kembali melakukan uji coba beberapa tahun kemudian, dan bibit kopi berhasil tumbuh dengan baik. Perkebunan kopi di Jawa berkembang pesat pada awal 1700-an.
>>> Fosil Pohlsepia Mazonensis Bukan Gurita, Analisis Baru Ubah Sejarah Evolusi
Karakteristik tanah vulkanik yang subur dan iklim tropis menjadikan Jawa lokasi ideal untuk budidaya kopi. Hasil panen kemudian didistribusikan secara masif ke seluruh dunia.