⌂ Beranda News Polisi Tangkap Beruang Hitam di Utsunomiya Jepang Setelah Resahkan Warga

Polisi Tangkap Beruang Hitam di Utsunomiya Jepang Setelah Resahkan Warga

Polisi Tangkap Beruang Hitam di Utsunomiya Jepang Setelah Resahkan Warga
Ilustrasi AI dan drone digunakan untuk memantau pergerakan beruang di Jepang
A A Ukuran Teks16px

Aparat keamanan di Jepang berhasil menangkap seekor beruang hitam yang berkeliaran di kawasan perkotaan Utsunomiya, dekat Tokyo.

Kemunculan hewan liar itu memicu kekhawatiran warga dan menyebabkan otoritas setempat menonaktifkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah negeri.

>>> Unilever Indonesia Bagikan Dividen Final Rp 114 per Saham, Cek Jadwalnya

Kepolisian Utsunomiya Timur mengonfirmasi penangkapan dilakukan pada Selasa setelah posisi satwa terlacak. Lokasi penemuan berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari stasiun utama kota.

Operasi pelumpuhan berlangsung selama satu jam 40 menit. Tembakan obat bius pertama meleset, namun dua tembakan berikutnya tepat sasaran.

Beruang dengan berat diperkirakan 100 kg itu telah terlihat lebih dari 20 kali sejak Sabtu. Satwa tersebut muncul di area pemukiman, pekarangan sekolah, taman, hingga aliran sungai.

Pemerintah Kota Utsunomiya meliburkan 94 sekolah dasar dan menengah negeri untuk mengantisipasi risiko. Warga diimbau mengunci rapat pintu dan jendela rumah.

Pihak berwenang menduga masih ada satu ekor beruang lain yang berkeliaran di sekitar kota. Insiden ini menambah daftar panjang pertemuan antara manusia dan beruang di Jepang.

Data Kementerian Lingkungan Hidup Jepang mencatat 238 orang menjadi korban serangan beruang sepanjang 2025, dengan 13 korban meninggal.

Tahun lalu merupakan periode dengan kasus serangan tertinggi dalam sejarah.

Pakar lingkungan menyebut fenomena ini terkait menipisnya pakan alami seperti biji ek dan kacang beech di habitat asli.

>>> Prabowo Perintahkan Pembentukan Tim Evaluasi Buku Pelajaran Sekolah

Beruang terpaksa turun dari pegunungan Tohoku ke wilayah urban untuk mencari makanan.

Penurunan jumlah penduduk di pedesaan juga membuat satwa liar lebih berani masuk ke permukiman.

Inovasi Teknologi dan Perburuan yang Masih Berlanjut

Perubahan iklim global merusak siklus hibernasi beruang, memperpanjang masa aktif mereka. Di Fukushima, tim penyelamat masih melacak beruang lain yang melukai empat warga.

Upaya pelumpuhan di Fukushima belum berhasil. Beruang sempat masuk ke kompleks pabrik elektronik sebelum meloloskan diri.

Wali Kota Fukushima melaporkan petugas melihat beruang memutar gagang keran untuk minum.

Pemerintah Jepang menggunakan drone untuk pemantauan udara. Tim kerja khusus telah dibentuk dan regulasi darurat diterapkan untuk mengurangi konflik satwa.

Beberapa pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk mengimplementasikan sistem deteksi dini berbasis AI dan drone termal.

Kamera pemindai panas melacak pergerakan beruang di hutan.

>>> Nico Paz Pilih Bertahan di Como 1907, Tolak Kembali ke Real Madrid

Perusahaan Ohta Seiki mencatat lonjakan permintaan robot pengusir satwa 'super monster wolf' pada 2026. Angka pemesanan melampaui penjualan tahun-tahun sebelumnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru