Dalam spesifikasi kendaraan listrik, konsumsi energi dan jarak tempuh biasanya diukur menggunakan standar pengujian tertentu. Dua metode yang paling umum adalah WLTP dan NEDC.
Kedua standar ini dirancang untuk menghitung efisiensi kendaraan. Namun, perbedaan metode pengujian membuat angka yang dihasilkan tidak seragam.
>>> Laga Meksiko vs Afrika Selatan Piala Dunia 2026 Diwarnai Rekor Tiga Kartu Merah
Memahami perbedaan WLTP dan NEDC penting bagi konsumen agar tidak salah mengartikan spesifikasi resmi dari pabrikan.
Mengenal Standar NEDC
New European Driving Cycle (NEDC) adalah standar pengujian yang diterapkan di Eropa. Metode ini terakhir diperbarui pada tahun 1997.
Awalnya dikembangkan untuk menghitung emisi gas buang, konsumsi bahan bakar, dan energi pada mobil listrik. Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan dynamometer atau rolling road.
Dalam uji NEDC, kendaraan menempuh simulasi sejauh 10,9 km dengan kecepatan rata-rata 34 km/jam.
Prosedur terbagi menjadi dua sesi: simulasi perkotaan (stop-and-go) dan rute luar kota hingga kecepatan 120 km/jam.
Seluruh perangkat elektronik seperti lampu, AC, dan hiburan dimatikan selama pengujian.
Mengenal Standar WLTP
Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure (WLTP) diperkenalkan pada September 2017. Sejak September 2018, seluruh mobil baru di Eropa wajib menggunakan standar ini.
>>> Militer AS Tembak Jatuh Dua Drone Iran di Selat Hormuz
Tujuannya menyajikan data jarak tempuh dan emisi yang lebih mendekati kondisi berkendara sehari-hari. Durasi pengujian 30 menit, 50% lebih lama dari NEDC.
Jarak simulasi diperpanjang menjadi 23,35 km dengan kecepatan rata-rata 46 km/jam. WLTP juga mempertimbangkan faktor seperti ukuran ban, dimensi pelek, aerodinamika, dan bobot fitur opsional.
Perbandingan Akurasi
WLTP dinilai jauh lebih akurat dibanding NEDC. NEDC dianggap tidak relevan karena pengujian terlalu ideal, misalnya semua perangkat elektronik dimatikan.
Produsen dapat menyetel kendaraan untuk hasil optimal di laboratorium, sehingga angka NEDC cenderung optimistis dan berbeda jauh dengan kondisi nyata.
Meski begitu, WLTP juga belum sempurna karena masih mengandalkan simulasi laboratorium.
Jarak tempuh dan konsumsi energi di jalan raya dipengaruhi lalu lintas, suhu, gaya mengemudi, kondisi jalan, dan beban muatan.
>>> PT Nindya Karya Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Serdang Bedagai
Bagi calon pembeli mobil listrik, hasil WLTP bisa dijadikan referensi utama yang lebih realistis dibandingkan angka NEDC.