Regulator otomotif China memanggil dan memperingatkan sejumlah produsen mobil yang diduga terlibat dalam persaingan tidak rasional.
Langkah ini diambil di tengah fenomena perang harga yang terus berlanjut.
>>> Meksiko dan Korea Selatan Raih Kemenangan di Laga Perdana Grup A Piala Dunia 2026
Pemerintah setempat berupaya mengendalikan situasi pasar yang dinilai mengganggu stabilitas industri kendaraan penumpang.
Dampak Perang Harga
Melemahnya permintaan ritel domestik dipicu oleh ekspektasi konsumen yang terlalu tinggi terhadap penurunan harga mobil yang terus-menerus.
Kondisi lesu ini berdampak langsung pada rantai operasional industri kendaraan secara keseluruhan.
Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) menyatakan bahwa penjualan ritel relatif lemah akhir-akhir ini.
Tekanan operasional meningkat di semua mata rantai, sehingga laju produksi dan penjualan perlu diperlambat.
>>> Bank Dunia Soroti Subsidi BBM Indonesia yang Tidak Tepat Sasaran
Intervensi terhadap penurunan harga massal dilakukan secara resmi oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR).
Kedua lembaga ini berfokus pada penegakan aturan hukum dagang yang berlaku di China untuk menghentikan praktik dumping.
MIIT dan SAMR meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk mematuhi hukum dan peraturan secara ketat.
Aturan tersebut mencakup Undang-Undang Harga dan ketentuan tentang pembatasan dumping di bawah harga pokok.
Otoritas terkait juga menekankan pentingnya penguatan aspek kepatuhan nilai jual serta pemeliharaan standar kualitas kendaraan demi menjaga hak-hak pembeli.
>>> Putri Kerajaan Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai Koma 3,5 Tahun
Hingga saat ini, pemerintah China tidak mempublikasikan daftar nama produsen mobil yang mendapatkan pemanggilan tersebut.