⌂ Beranda News IHSG Tembus Level 6.000, Dipicu Reli Bursa Asia dan Harapan Damai AS-Iran

IHSG Tembus Level 6.000, Dipicu Reli Bursa Asia dan Harapan Damai AS-Iran

IHSG Tembus Level 6.000, Dipicu Reli Bursa Asia dan Harapan Damai AS-Iran
Grafik IHSG dan rupiah menguat pada 9 Juni 2026
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (12/6/2026).

Pukul 10.54 WIB, indeks tercatat di 6.050,21 atau naik 164,18 poin (2,79 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.886,03.

>>> Regulator China Panggil Produsen Mobil Terkait Perang Harga

Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 5.952,85 hingga 6.057,50.

Volume transaksi mencapai 16,44 miliar lembar saham dengan nilai Rp 9,77 triliun dari 1,08 juta kali frekuensi.

Sebanyak 615 saham menguat, 111 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak berada di zona hijau.

Sektor bahan baku memimpin kenaikan dengan lonjakan 5,91 persen. Disusul sektor energi (4,88 persen), industri (4,22 persen), serta transportasi dan logistik (3,52 persen).

Sektor barang konsumen nonprimer naik 2,52 persen, properti 2,20 persen, dan konsumen primer 2,02 persen.

Sektor keuangan menguat 1,27 persen, infrastruktur 1,78 persen, teknologi 0,90 persen, dan kesehatan 0,55 persen.

Indeks Utama BEI Ikut Menguat

Lompatan IHSG turut mendorong indeks lainnya.

>>> Meksiko dan Korea Selatan Raih Kemenangan di Laga Perdana Grup A Piala Dunia 2026

LQ45 naik 3,09 persen ke 604,96, Kompas100 naik 3,51 persen ke 802,30, dan JII melesat 4,64 persen ke 363,33.

IDX30 menguat 2,85 persen menjadi 343,93, sedangkan JII70 naik 4,11 persen ke 141,58.

Penguatan ini sejalan dengan reli bursa Asia. Investor merespons positif peluang kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang disampaikan Presiden AS Donald Trump.

Kabar tersebut mendorong penurunan harga minyak, pelemahan dolar AS, dan koreksi imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Di Asia, KOSPI Korea Selatan melonjak 8,27 persen ke 8.405,89.

Nikkei 225 Jepang naik 3,26 persen ke 66.309,69, Hang Seng Hong Kong naik 2,03 persen ke 24.741,67, SSE Composite China naik 1,56 persen ke 4.049,29, dan S&P/ASX 200 Australia naik 1,91 persen ke 8.798,40.

Meredanya kekhawatiran inflasi akibat koreksi harga minyak menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.

>>> Bank Dunia Soroti Subsidi BBM Indonesia yang Tidak Tepat Sasaran

Hal ini meningkatkan selera investasi pada aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru