⌂ Beranda News China Waspadai Kura-Kura Berisi Sensor Spionase Asing di Laut

China Waspadai Kura-Kura Berisi Sensor Spionase Asing di Laut

China Waspadai Kura-Kura Berisi Sensor Spionase Asing di Laut
Ilustrasi kura-kura laut dengan sensor spionase
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Keamanan Negara China mengumumkan temuan sensor spionase pada kura-kura dan ikan di perairan China. Langkah ini diduga dilakukan oleh agen intelijen asing untuk memetakan kondisi bawah laut.

Pengumuman itu disampaikan melalui media sosial resmi pada Jumat (12/6/2026). Pemerintah China menyebut aktivitas ini sebagai bentuk pemetaan ilegal oleh pihak Barat.

>>> BYD Resmi Luncurkan MPV Hybrid M6 DM Mulai Rp298 Juta

"Di bawah birunya laut, arus bawah laut bergejolak," tulis kementerian dalam judul unggahannya.

Satwa laut berukuran besar menjadi sasaran modifikasi alat pengintai. Sensor dipasang untuk merekam data hidrografis seperti suhu air, salinitas, dan arus laut.

Data tersebut kemudian dikirim ke luar negeri melalui satelit. Informasi ini diduga digunakan untuk menyusun peta bawah laut guna kepentingan militer.

Ancaman bagi Pertahanan Pantai

Kementerian menegaskan bahwa peta bawah laut dapat mengeksploitasi celah keamanan di perimeter pertahanan pantai China.

>>> Dinas Pendidikan Banten Buka Jalur Domisili Wilayah SPMB SMA 2026/2027

"Identifikasi titik-titik lemah dalam pertahanan pesisir China menimbulkan ancaman serius bagi keamanan nasional," tambahnya.

Selain menggunakan satwa, taktik pengintaian juga melibatkan wahana bertenaga surya dan sensor pada pelampung. Kapal kargo komersial bahkan disisipi perangkat pemantau pelabuhan.

Otoritas China mendesak verifikasi ketat terhadap semua perangkat kiriman luar negeri. Nelayan domestik diinstruksikan segera melapor jika menemukan objek mencurigakan di laut.

Saling tuduh spionase antara China dan blok Barat kerap terjadi. Tahun lalu, pegawai publik China diperingatkan soal jebakan asmara oleh intelijen asing.

>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 Lewat FolaPlay dan MaxStream TV

Aliansi Five Eyes juga menuduh agen China menyamar sebagai perekrut daring untuk menghimpun informasi sensitif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru