⌂ Beranda News FIFA Siapkan Teknologi AI untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026

FIFA Siapkan Teknologi AI untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026

FIFA Siapkan Teknologi AI untuk Deteksi Offside di Piala Dunia 2026
Ilustrasi teknologi AI untuk deteksi offside di Piala Dunia 2026
A A Ukuran Teks16px

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menyiapkan sejumlah pembaruan teknologi untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kecerdasan buatan (AI) menjadi inovasi utama, khususnya untuk membantu deteksi offside dan pembuatan avatar 3D pemain.

>>> Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara

Sistem ini merupakan pengembangan dari VAR semi-otomatis yang diklaim memiliki kemampuan lebih canggih.

Asisten wasit akan mendapatkan peringatan audio secara real-time melalui earpiece saat ada pemain yang terdeteksi berada pada posisi offside yang jelas.

Peringatan otomatis dikirimkan jika posisi pemain terdeteksi lebih dari 10 cm dalam posisi offside.

Ambang batas ini jauh lebih rendah dibandingkan uji coba di Club World Cup dan Intercontinental Cup yang menggunakan batas 50 cm.

Dengan sistem ini, hakim garis tidak perlu lagi menunggu serangan selesai untuk mengangkat bendera offside.

Keputusan akhir tetap berada di tangan asisten wasit. Hakim garis juga bisa tidak mengangkat bendera jika mencurigai adanya kesalahan teknis.

Sistem ini masih memiliki keterbatasan dalam situasi tertentu. Keputusan akan tetap diserahkan kepada VAR untuk offside yang sangat tipis atau melibatkan banyak pemain.

FIFA berharap teknologi ini mengurangi frustrasi pemain dan suporter akibat keterlambatan keputusan offside.

Langkah ini juga diharapkan menekan risiko cedera pemain karena pertandingan bisa dihentikan lebih awal.

>>> Yamaha Ungkap Alasan Peluncuran MX King 150 Prima Pramac Livery

Pembuatan Avatar 3D Seluruh Pemain

Selain pembaruan sistem offside, FIFA akan memproduksi avatar 3D berbasis AI untuk semua pemain di Piala Dunia 2026.

Proses ini melibatkan 1.248 pemain dari 48 negara peserta, dengan setiap skuad membawa 26 pemain.

Setiap pemain akan menjalani pemindaian tubuh yang memakan waktu sekitar 1 detik saat sesi pemotretan resmi.

Data pemindaian dikonversi menjadi avatar digital yang mereplikasi bentuk tubuh secara akurat.

Avatar ini digunakan untuk animasi offside yang lebih realistis, detail, dan mudah dipahami penonton.

Teknologi Garis Lapangan dan Sudut Pandang Virtual

FIFA juga mengintegrasikan teknologi untuk mendeteksi apakah bola telah melewati garis samping atau garis gawang sebelum gol tercipta.

Langkah ini merespons kontroversi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk insiden di Premier League antara Aston Villa melawan Brentford.

Penggunaan teknologi "Real-time 3D Recreation" diperluas untuk mempercepat penilaian garis pandang dalam drama offside.

FIFA akan menyediakan dua tayangan virtual yang menampilkan replikasi sudut pandang dari kedua penjaga gawang.

>>> Jennifer Coppen Gelar Pengajian dan Siraman Jelang Nikah dengan Justin Hubner

Tayangan ini membantu tim VAR dan pemirsa televisi dalam pengambilan keputusan dan pemahaman insiden di lapangan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru