Karena itu keselamatan dan kualitas layanan harus menjadi prioritas utama," tambahnya.
Indikator keberhasilan program juga diminta diubah agar tidak sekadar berpatokan pada penyerapan anggaran besar atau pencapaian kuantitas semata.
"Jangan sampai karena mengejar target kuantitas, kita mengabaikan kualitas, keamanan pangan, dan efektivitas penggunaan uang negara," sambung Charles.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan memaparkan lonjakan jumlah dapur umum di wilayah 3T maupun luar 3T dari proyeksi awal.
Lonjakan di luar wilayah 3T melesat menjadi 27.877 titik dari rencana awal 21.000 unit akibat indikasi transaksi ilegal.
"Misalnya, terjadi jual beli titik, ya. Yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu tapi sekarang sudah ada 27.877 ribu titik, ya.
Nah, ada membengkak 6.877 titik, ya," kata Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi pada Kamis (11/6/2026).
>>> Bareskrim Polri Musnahkan 389,5 Butir Ekstasi Milik Tersangka Azmi
Sementara untuk wilayah 3T, Kemenko Pangan menemukan 8.617 titik operasional dari target awal 2.000 titik SPPG.