⌂ Beranda News DPR Minta Audit Pembengkakan Titik Makan Bergizi Gratis

DPR Minta Audit Pembengkakan Titik Makan Bergizi Gratis

DPR Minta Audit Pembengkakan Titik Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi audit anggaran program Makan Bergizi Gratis
A A Ukuran Teks16px

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini mendesak pemerintah segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap 13 ribu titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini untuk mengusut pembengkakan anggaran negara.

>>> 6 Shio Beruntung pada 13 Juni 2026: Monyet, Kelinci, Tikus, Naga, Ayam, Babi

Temuan pemborosan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp1 triliun setiap bulan. Hal itu mendorong parlemen menyoroti pentingnya akuntabilitas keuangan negara.

Lima Langkah Pengawasan

Yahya Zaini meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas pengelola lapangan jika ditemukan bukti pelanggaran. Pertama, jika terdapat kejanggalan pembayaran, hendaknya dilakukan audit terhadap 13 ribu dapur tersebut.

Kedua, BGN harus berhati-hati dan memastikan pembayaran sesuai ketentuan. Pembayaran harus sesuai dengan pengeluaran setiap dapur.

Ketiga, jika terbukti terjadi penyimpangan, dapur tersebut sebaiknya diberikan sanksi seperti pemberhentian sementara. Keempat, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola MBG secara ketat.

Kelima, ini momentum bagi BGN untuk berbenah diri. Jangan sampai kasus kelebihan bayar atau pemborosan terjadi lagi ke depan.

>>> KPK Sita Rp 293 Juta dari Rumah Tersangka Silmy Karim

Lonjakan Titik Layanan

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pembengkakan jumlah SPPG disinyalir kuat berkaitan dengan dugaan jual beli titik proyek.

Di luar wilayah 3T, jumlah titik yang awalnya diproyeksikan 21 ribu kini melonjak hingga 27.877 titik.

Untuk wilayah 3T, didata ada 2.000 titik, tetapi membengkak menjadi 8.617 titik. Sebanyak 6.138 titik di antaranya sudah memiliki SK dari BGN.

Akibat ketidaksesuaian data, kalkulasi kerugian negara diprediksi terus bertambah.

Jika penambahan 6.877 titik dengan biaya Rp6 juta per hari per titik, maka dalam satu bulan terjadi pengeluaran lebih Rp1 triliun.

>>> Kisah Dokter 60 Tahun Taklukkan Maraton Usai Vonis Risiko Jantung

Dalam setahun, pemborosan mencapai Rp12 triliun.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru