Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendorong seluruh rumah sakit daerah di Indonesia untuk segera melaksanakan transformasi tata kelola yang unggul.
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
>>> Justin Hubner dan Jennifer Coppen Resmi Menikah di Bali
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional XVI Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (12/6/2026).
Pemerintah menghendaki adanya perubahan mendasar pada aspek kebudayaan kerja di lingkungan instansi medis milik daerah.
Rumah sakit daerah diharapkan tidak sekadar mematangkan kesiapan fasilitas fisik, melainkan juga harus mampu menghadirkan proteksi kesehatan yang responsif.
Akhmad Wiyagus merekomendasikan agar rumah sakit daerah melakukan transformasi budaya pelayanan yang cepat dan responsif.
Selain itu, mengadopsi prinsip good corporate governance, mengakselerasi digitalisasi layanan, mendorong kemandirian, serta memperkuat kepemimpinan dan kompetensi.
Pelaksanaan reformasi institusi medis ini dinilai memerlukan fondasi manajerial yang kuat melalui transparansi dan efisiensi anggaran.
Penguatan sistem pengawasan internal serta perencanaan program kerja berbasis validitas data lapangan menjadi implementasinya.
"Pelayanan adalah inti dari keberadaan rumah sakit.
>>> BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah Indonesia
Masyarakat tidak hanya menginginkan pelayanan yang berkualitas secara medis, tetapi juga pelayanan yang cepat, mudah, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien," ungkap Akhmad Wiyagus.
Penyederhanaan alur birokrasi pelayanan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi poin krusial dalam menaikkan tingkat kepuasan publik.
Jajaran pimpinan tertinggi di rumah sakit daerah dituntut mengambil peran aktif sebagai pendorong utama perubahan internal.
"Direktur rumah sakit saat ini tidak hanya ditunjuk sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan, yang mampu membawa organisasinya menjadi lebih maju dan berdaya saing," tegas Akhmad Wiyagus.
Sektor keuangan juga menjadi perhatian serius pemerintah agar institusi pelayanan kesehatan tidak terus bergantung pada anggaran pusat.
Kemandirian finansial dipandang akan berbanding lurus dengan stabilitas mutu operasional rumah sakit dalam jangka panjang.
"Besar harapan saya kepada ARSADA dapat terus menjadi wadah yang strategis dan solid dalam melahirkan gagasan konkret, demi mempercepat transformasi rumah sakit daerah yang unggul, profesional, berdaya saing di seluruh Indonesia," pungkas Akhmad Wiyagus.
Agenda tahunan berskala nasional ini mengusung tema pemantapan sumber daya manusia serta keuangan menuju reformasi pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
>>> TVS Motor Indonesia Pamerkan Kendaraan Niaga Armado di JFK 2026
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson, Pendiri ARSADA Umar Wahid, Ketua Umum ARSADA Zainoel Arifin, beserta jajaran kepala dinas kesehatan dari berbagai wilayah.