Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kondisi ini dipicu oleh pembentukan sirkulasi siklonik di Laut Filipina timur dari Filipina bagian selatan serta daerah konvergensi yang memanjang di beberapa wilayah nusantara.
>>> TVS Motor Indonesia Pamerkan Kendaraan Niaga Armado di JFK 2026
Sebelumnya, pada Jumat, 12 Juni 2026, sejumlah kota besar di Indonesia juga diprediksi telah diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga petir.
Prakirawan BMKG Ina Indah menyebutkan Kota Jambi, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung diprakirakan berawan tebal, sedangkan Bengkulu berpotensi hujan ringan.
Palembang juga diwaspadai potensi hujan ringan.
BMKG menyiarkan informasi prakiraan cuaca kota-kota besar tersebut melalui kanal Youtube resmi mereka.
Lebih lanjut, hujan petir berpotensi melanda Palu, sementara Mamuju akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Gorontalo dan Manado diprakirakan mengalami hujan ringan.
>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Tersangka Korupsi
Analisis BMKG juga menunjukkan perkembangan musim kemarau yang mencakup 28,6 persen wilayah zona musim di Indonesia, terutama bagian selatan.
Hari Tanpa Hujan di wilayah tersebut mencapai 21 hingga 30 hari akibat pengaruh Monsun Australia.
Meskipun kemarau meluas, potensi hujan signifikan masih tinggi karena dinamika atmosfer yang labil, seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
BMKG Kalteng mengingatkan untuk mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
>>> Tiga Penyerang Keturunan Pengungsi Afrika Perkuat Australia di Piala Dunia 2026
Masyarakat di seluruh wilayah yang berpotensi terdampak diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi bencana hidrometeorologi.