⌂ Beranda News Model AI Modern Berhasil Lulus Turing Test, Studi PNAS Ungkap Kemampuan Meniru Manusia

Model AI Modern Berhasil Lulus Turing Test, Studi PNAS Ungkap Kemampuan Meniru Manusia

Model AI Modern Berhasil Lulus Turing Test, Studi PNAS Ungkap Kemampuan Meniru Manusia
Ilustrasi model AI yang berhasil meniru manusia dalam percakapan teks
A A Ukuran Teks16px

Kemampuan kecerdasan buatan (AI) dalam meniru manusia semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Sebuah penelitian terbaru membuktikan bahwa beberapa model AI modern telah berhasil melewati pengujian Turing Test.

Temuan ilmiah tersebut dipublikasikan dalam jurnal PNAS.

>>> IHSG Rebound ke 6.000, Investor Domestik Topang Penguatan di Tengah Net Sell Asing

Berdasarkan laporan tersebut, sistem komputer masa kini kian mahir menyamar dan berkomunikasi layaknya seorang manusia.

Turing Test merupakan metode pengujian yang diinisiasi oleh matematikawan Alan Turing pada tahun 1950.

Selama beberapa dekade, metode ini menjadi tolok ukur utama guna menilai kecakapan mesin dalam mengadopsi perilaku manusia.

Metode pengujian ini melibatkan seorang peserta yang melakukan percakapan berbasis teks dengan dua entitas berbeda, yaitu manusia asli dan sebuah mesin.

Seluruh identitas dari kedua pihak tersebut dirahasiakan dari peserta. Kriteria keberhasilan mesin dalam tes ini ditentukan lewat penilaian peserta.

Apabila interaksi teks berlangsung dan peserta gagal membedakan antara respon komputer dengan manusia, maka sistem AI dinyatakan lulus uji.

Secara umum, eksperimen ini memperlihatkan kemampuan platform komunikasi generasi baru untuk mereplikasi gaya bahasa manusia secara efektif, terutama pada sesi dialog yang berdurasi pendek.

Performa Model AI dalam Turing Test

Dalam riset ini, tim peneliti menguji empat model teknologi yang berbeda.

Komparasi melibatkan dua sistem mutakhir yakni GPT-4.5 dan Llama-3.1-405B, satu model dasar GPT-4o, serta program legendaris era 1960-an bernama Eliza.

Platform GPT-4.5 besutan OpenAI mencatatkan performa paling impresif dalam eksperimen ini. Sistem kecerdasan buatan tersebut sukses diidentifikasi sebagai manusia oleh 73 persen dari total interaksi.

Para peneliti menyatakan bahwa peserta lebih sering menandainya sebagai 'manusia' dibanding manusia yang sesungguhnya.

Sementara itu, model buatan Meta, Llama-3.1-405B, menempati posisi berikutnya dengan perolehan skor 56 persen. Angka ini menegaskan kemampuan sistem tersebut dalam melakukan penyamaran interaksi dengan baik.

>>> Prasasti Center: Kondisi Fiskal Indonesia Tetap Aman di Tengah Tantangan Global

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru