⌂ Beranda News Yamaha Imbau Pemilik Motor Cek Buku Manual Sebelum Ganti BBM ke Oktan Lebih Rendah

Yamaha Imbau Pemilik Motor Cek Buku Manual Sebelum Ganti BBM ke Oktan Lebih Rendah

Yamaha Imbau Pemilik Motor Cek Buku Manual Sebelum Ganti BBM ke Oktan Lebih Rendah
Motor Yamaha di SPBU dengan bahan bakar Pertalite
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mendorong pemilik sepeda motor mencari alternatif penghematan. Salah satu langkah yang banyak dipertimbangkan adalah beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Di Pulau Jawa dan sekitarnya, harga Pertamax mencapai Rp 16.250 per liter. Sementara itu, Pertalite dijual dengan harga Rp 10.000 per liter.

>>> PT Semen Indonesia Resmikan Fasilitas Ekspor Baru di Tuban

Selisih lebih dari Rp 6.000 per liter ini membuat pengendara melirik BBM beroktan lebih rendah.

Rekomendasi BBM Berbeda Tiap Model

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, menjelaskan bahwa setiap model motor punya rekomendasi bahan bakar berbeda.

Hal ini disesuaikan dengan spesifikasi mesin masing-masing.

"Kan memang masing-masing unit ada yang disarankan, misalnya kompresinya berapa dan jenis bahan bakar yang cocok," ujar Rifki di Jakarta, 12 Juni 2026.

Rifki menegaskan bahwa pihak pabrikan hanya memberikan saran penggunaan bahan bakar ideal. Keputusan akhir tetap ada di tangan konsumen.

"Kami hanya bisa menyarankan. Masing-masing unit beda-beda, ada yang cocok pakai A, B, atau C," kata dia.

Tidak semua motor Yamaha aman menggunakan Pertalite. Contohnya, Yamaha R25 telah direkomendasikan memakai bahan bakar beroktan tinggi sejak awal.

>>> Digitalisasi Bansos Diuji Coba di Surabaya oleh Kominfo dan Kemensos

"Saya tidak bisa menyarankan itu. Semua kembali ke konsumen.

Contoh paling gampang, R25 memang disarankan RON 92," ucap Rifki.

Pemilik kendaraan disarankan tidak asal menurunkan oktan BBM demi penghematan. Penggunaan oktan terlalu rendah berisiko memicu knocking atau mesin ngelitik yang mengganggu performa.

Secara umum, Pertalite (RON 90) ditujukan untuk motor dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1. Motor dengan kompresi 10:1 hingga 11:1 membutuhkan Pertamax (RON 92).

Untuk mesin berkompresi tinggi pada kisaran 11:1 hingga 12:1, penggunaan Pertamax Turbo atau BBM sekelasnya sangat dianjurkan.

Ketidaksesuaian spesifikasi dalam jangka panjang dapat merusak mesin.

>>> Pengacara Ahmad Dedi Bantah Kliennya Terima Suap Rp30 Miliar

Yamaha mengimbau konsumen memeriksa buku manual sebelum beralih ke Pertalite. Langkah ini penting untuk menjaga performa dan keawetan mesin.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru