Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menembus kembali level psikologis 6.007,65. Posisi ini dicapai setelah sempat terpuruk ke angka 5.346 pada awal Juni.
Lonjakan kumulatif sebesar 7,38 persen dalam sepekan tercatat sebagai salah satu penguatan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
>>> Kolagen dan Hyaluronic Acid: Kombinasi Ampuh Lawan Penuaan Kulit
Nilai kapitalisasi pasar turut terkerek naik 7,31 persen hingga mencapai Rp 10.524 triliun.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa juga menunjukkan tren positif.
Frekuensi transaksi harian meningkat sebesar 4,14 persen, sementara rata-rata volume transaksi saham harian melonjak menjadi 36,14 miliar lembar saham.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi pertumbuhan volume perdagangan tersebut seiring peningkatan aktivitas transaksi investor domestik.
"Investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp 286,84 miliar dan sepanjang tahun 2026 masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 67,344 triliun," ujarnya.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memaparkan penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS menjadi motor utama yang memicu optimisme pelaku pasar modal.
Meredanya tensi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran turut memberikan dampak positif terhadap pelonggaran tekanan inflasi dunia.
Kondisi ini memicu masuknya kembali aliran modal investor ke instrumen saham dan obligasi dalam negeri.
>>> Polda Riau Selesaikan Perbaikan Jembatan Miring 'Benteng Takeshi' di Dumai
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menambahkan bahwa penguatan signifikan ini membuktikan pasar saham domestik telah melewati fase kepanikan awal bulan.
Terdapat tiga faktor utama yang melandasi pemulihan performa indeks saham ini.
Faktor pertama berasal dari instruksi pembelian kembali saham-saham BUMN oleh bank Himbara dan lembaga keuangan negara.
Langkah taktis yang didorong Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ini terbukti efektif mengembalikan kepercayaan pasar dan memicu lonjakan indeks pada 9 Juni 2026.
Poin kedua dipicu oleh melandainya aksi jual oleh pemodal asing. Hal ini memberikan ruang bagi investor lokal untuk menggerakkan pasar.
Katalis ketiga datang dari rencana penataan ulang anggaran Program Makan Bergizi Gratis. Program ini berhasil meredakan kekhawatiran terkait defisit fiskal negara.
Kendati menunjukkan performa yang solid, pergerakan indeks pada awal pekan depan diprediksi akan menghadapi tantangan baru.
Investor diperkirakan mulai melakukan aksi ambil untung untuk mengamankan posisi capital gain mereka.
>>> DPD Dukung Evaluasi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Herditya Wicaksana memproyeksikan pergerakan indeks saham pada hari Senin (15/6/2026) akan berada pada kisaran support 5.988 dan batas resistance 6.060.