Pemerintah Republik Prancis menganugerahi tanda kehormatan Chevalier dans l'Ordre des Palmes Académiques kepada Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Andryanto Rikrik Kusmara.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi Dr. Rikrik Kusmara dalam pengembangan kesenian kontemporer di Indonesia.
>>> Donald Trump Absen di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Tuai Kritik
Tanda kehormatan Chevalier dans l'Ordre des Palmes Académiques merupakan penghargaan dari Pemerintah Prancis bagi tokoh yang dinilai memberikan dampak signifikan pada pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta pengayaan warisan budaya.
Penghargaan yang dicetuskan oleh Napoleon pada tahun 1808 ini sebelumnya telah dianugerahkan kepada sejumlah tokoh dunia ternama, termasuk Marie Curie, Jean-Baptiste Charcot, dan Léopold Sédar Senghor.
Duta Besar Prancis, Fabien Penone, menyampaikan bahwa Prancis kembali memberikan gelar kehormatan kepada seorang seniman, pendidik, dan pembangun.
Ia juga mengucapkan selamat kepada Dr. Rikrik Kusmara atas bergabungnya dengan kelompok terhormat tersebut.
"Hari ini, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, Anda bergabung dengan kelompok terhormat seperti Marie Curie, Jean-Baptiste Charcot, dan Léopold Sédar Senghor," ujar Penone dalam laman ITB, Sabtu (13/6/2026).
Penone menambahkan bahwa Prancis memberikan penghormatan kepada Dr. Rikrik Kusmara sebagai seorang seniman, pendidik, dan pembangun, serta mengapresiasi upacara penghargaan yang diselenggarakan di ITB, yang dianggap sebagai simbol keunggulan Indonesia dan mitra lama Prancis.
Kontribusi Dr. Rikrik Kusmara tidak hanya terbatas pada institusi atau ruang kelas, tetapi juga turut membentuk lanskap seni kontemporer di Indonesia dengan memberikan ruang bagi berbagai karya dan gagasan untuk hadir di ranah publik.
Lebih lanjut, Duta Besar Penone mengapresiasi peran Dr. Rikrik Kusmara dalam memperkuat kerja sama antara Bandung dan Saint-Étienne, Prancis.
>>> Ketum Kesthuri Ajukan Praperadilan Terhadap KPK Terkait Kasus Korupsi Haji
Bandung sendiri telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO pada tahun 2015, tahun yang sama saat Dr. Rikrik Kusmara mengunjungi Saint-Étienne, kota pertama di Prancis yang bergabung dalam jaringan kota kreatif UNESCO.