Pada tahun 1930-an, komposer asal Kanada, Colin McPhee, menemukan daya tarik mendalam pada musik gamelan Bali. Kehidupannya berubah setelah mendengar rekaman gramofon musik tradisional pulau dewata tersebut.
McPhee, yang kemudian dijuluki "Tuan Sayan" oleh masyarakat setempat, memutuskan untuk datang ke Bali pada tahun 1931 bersama istrinya, antropolog Jane Belo.
>>> Brasil vs Maroko: Debut Ancelotti di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Mereka kemudian membangun rumah tradisional Bali di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, pada tahun 1932.
Di Bali, McPhee mendalami budaya yang menjadikan seni, khususnya musik, sebagai pusat perhatian. Ia terpesona oleh ritual, konteks sosial, tarian, dan musik yang memikat.
Keterpesonaannya terhadap gamelan Bali dituangkan dalam bukunya yang berjudul "A House in Bali". Buku ini menceritakan obsesinya terhadap musik gamelan dan perjalanannya menyaksikan langsung keindahannya.
>>> Gubernur Jabar Minta Maaf Atas Keterbatasan Kuota PCMB 2026
Selain itu, McPhee juga menulis buku "A Club of Small Men" yang menggambarkan sekelompok anak-anak di Sayan yang bercita-cita menjadi musisi gamelan seperti ayah mereka.
Karya McPhee yang komprehensif tentang musik Bali, "The Music in Bali", diselesaikan sebelum kematiannya dan diterbitkan pada tahun 1966 dengan bantuan Dr. Mantle Hood dari UCLA.
Buku ini menjadi studi mendalam pertama tentang musik Bali dalam bahasa Inggris.
>>> PSI Selesaikan Struktur Organisasi Jelang Jokowi Bergabung Sebagai Dewan Pembina
McPhee juga dikenal sebagai profesor etnomusikologi di UCLA dan kritikus jazz yang dihormati.