⌂ Beranda News Pemerintah Dirikan Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Kelola Ekspor Satu Pintu

Pemerintah Dirikan Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Kelola Ekspor Satu Pintu

Pemerintah Dirikan Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Kelola Ekspor Satu Pintu
Ilustrasi Danantara Sumberdaya Indonesia kelola ekspor
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah mendirikan entitas baru di bawah sovereign wealth fund Danantara, yaitu Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Tugas utama DSI adalah mengelola ekspor satu pintu komoditas sumber daya strategis.

>>> Pencuri Bobol Kendaraan Perlengkapan Timnas Inggris di Kansas City

Untuk sementara, komoditas yang menjadi fokus adalah batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

BUMN ini tengah menata diri. Bila seluruh proses selesai, DSI akan menjadi pengendali semua ekspor raw material nasional.

Sayangnya, dari semua persiapan itu tidak terlihat bagaimana roadmap atau peta jalan pengapalan komoditas nasional bila DSI beroperasi penuh.

Padahal, aspek ini sama pentingnya. Pengapalan komoditas nasional selama ini menjadi pemicu defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Terutama dari sisi freight, lengkapnya cost, insurance and freight (CIF). Jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

Kebijakan Pengapalan Sebelumnya

Sebelumnya, pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan untuk memperbaiki keadaan. Yang paling relevan adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 82 tahun 2017.

Dengan kebijakan ini, eksportir diwajibkan melakukan pengiriman komoditas ke luar negeri menggunakan kapal berbendera Indonesia.

Kala itu, beleid tersebut dinilai sebagai penguatan asas cabotage dan disebut sebagai beyond cabotage.

Artinya, pengangkutan ekspor nasional oleh kapal berbendera Indonesia; kapal kita tidak lagi hanya melayari lautan domestik, tapi bernavigasi di samudera luas.

Yang disasar oleh aturan ini adalah komoditas batu bara dan CPO. Ekspor keduanya saat itu menghadapi persoalan pelik terkait moda transportasi pengiriman.

Permendag mewajibkan eksportir mengirimkan barangnya menggunakan kapal berbendera Indonesia. Pelaku usaha bereaksi keras.

Soalnya tidak ada kejelasan seputar kemampuan angkut dan jumlah kapal berbendera Indonesia yang bisa digunakan untuk mengangkut pesanan batu bara dan CPO ke luar negeri.

INSA menyatakan siap, tetapi tidak dapat menunjukkan armadanya. Hanya sebatas klaim.

Sampai hari ini masalah kesiapan armada nasional untuk mengangkut hasil ekspor komoditas belum terselesaikan.

Penggunaan kapal-kapal asing untuk pengapalan komoditas ke luar negeri karena postur armada domestik saat ini didominasi oleh armada berukuran kecil.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru